April 2017, aset LPS naik 8,68 persen
Direktur Eksekutif Keuangan LPS, R Budi Santoso mengemukan total aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga akhir April 2017 mencapai Rp 79,3 triliun atau tumbuh 8,68 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 73 triliun.
Direktur Eksekutif Keuangan LPS, R Budi Santoso mengemukan total aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga akhir April 2017 mencapai Rp 79,3 triliun atau tumbuh 8,68 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 73 triliun.
"Bentuk aset LPS ini didominasi atau 96,2 persen berupa penempatan investasi, yaitu sebesar 76,3 triliun. Sisanya, dalam bentuk kas dan piutang sebesar Rp 2,7 triliun, aset tetap sebesar Rp 111,7 miliar, dan aset lainnya sebesar Rp 183,5 miliar," katanya.
Budi pun menambahkan selama periode Januari sampai April 2017, LPS juga membukukan pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun. Sumbernya berasal dari pendapatan Premi Rp 5,02 triliun, hasil investasi Rp 1,83 triliun, claim recovery Rp 1,5 miliar, dan pendapatan lainnya Rp 27,3 miliar.
Tak hanya itu, pada April 2017 lalu, LPS mendapatkan rating tertinggi, yaitu id AAA, stable outlook dari lembaga rating internasional, Fitch Rating. "Pada April 2017 lalu, Fitch Rating telah merilis rating LPS untuk pertama kalinya dan mendapat rating tertinggi, yaitu id AAA, stable outlook," pungkasnya.
Baca juga:
Ekspansi kredit, BNI terbitkan obligasi Rp 10 triliun
Menko Darmin: Negara maju pajaknya didominasi orang pribadi
Ini catatan pengusaha saat pemerintah intip rekening wajib pajak
Ini ringkasan aturan pengintipan rekening oleh Ditjen Pajak
BTN diskon 50 persen biaya administrasi ajukan kredit selama Ramadan
Selama Ramadan, BTN tambah 30 persen persediaan uang tunai
Indonesia tengah kembangkan kerja sama perbankan syariah di Filipina