Antisipasi Lonjakan Penumpang, KSOP Banjarmasin Siapkan Enam Armada Roro untuk Mudik Lebaran 2026
KSOP Banjarmasin siapkan enam armada roro untuk mudik Lebaran 2026 guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Ketahui persiapan lengkap dan fasilitas yang disediakan untuk kelancaran perjalanan Anda!
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak enam kapal jenis roll-on/roll-off (roro) dikerahkan melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pengerahan armada ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang signifikan pada periode angkutan laut Lebaran tahun ini.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa jumlah penumpang diproyeksikan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode mudik tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, tercatat 26.717 penumpang menggunakan layanan angkutan laut. Peningkatan ini menjadi dasar utama bagi KSOP untuk memperkuat kapasitas transportasi laut.
Armada roro yang disiapkan tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga memiliki kemampuan mengangkut kendaraan pribadi. Setiap kapal mampu membawa antara 70 hingga 150 unit kendaraan. Ini memungkinkan masyarakat yang ingin mudik ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa untuk membawa serta kendaraan mereka, menambah kenyamanan perjalanan.
Persiapan Armada dan Kelaikan Kapal Roro
Untuk memastikan kesiapan armada, KSOP Banjarmasin telah menggandeng dua perusahaan pelayaran terkemuka, yaitu PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Timur Mila Utama. Enam kapal roro yang disiapkan meliputi KM Dharma Rucitra I, KM Dharma Kartika II, KM Dharma Kartika V, KM Mila Utama, KM Hai Da, serta satu armada pendukung lainnya. Kolaborasi ini menjamin ketersediaan kapal yang memadai untuk melayani rute padat selama musim mudik.
Sebelum dioperasikan, seluruh kapal telah menjalani pemeriksaan kelaikan atau ramp check secara menyeluruh. Pemeriksaan ini krusial untuk memastikan setiap aspek keamanan dan keselamatan pelayaran terpenuhi. Heri Purwanto menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan semua kapal dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kondisi laik laut ini mencakup aspek teknis kapal, kelengkapan navigasi, serta standar keselamatan bagi penumpang. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan perjalanan mereka. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026 ini.
Fasilitas Pendukung dan Posko Terpadu untuk Kelancaran Arus Mudik
Selain pengerahan armada, KSOP Banjarmasin bersama instansi terkait juga mengoperasikan posko terpadu di tiga lokasi strategis. Posko-posko ini berlokasi di Terminal Penumpang Trisakti, Dermaga Banjar Raya, dan Dermaga Aranio. Operasional posko akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, mencakup seluruh periode puncak mudik dan balik Lebaran.
Sebanyak 86 personel gabungan dari 10 instansi berbeda disiagakan untuk mendukung operasional angkutan laut Lebaran. Mereka bertugas mengatur arus penumpang, memberikan informasi, serta menangani berbagai kebutuhan di kawasan pelabuhan. Kehadiran personel ini diharapkan dapat menciptakan suasana mudik yang tertib dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Fasilitas Terminal Penumpang Trisakti yang memiliki luas 2.110 meter persegi dengan kapasitas sekitar 1.000 orang juga telah dipastikan siap digunakan. Selain itu, sistem pembelian tiket daring telah diterapkan untuk mengelola jumlah penumpang agar sesuai dengan kapasitas kapal. Hal ini meminimalisir penumpukan dan memastikan setiap penumpang mendapatkan tempat yang layak.
Antisipasi Puncak Arus dan Strategi Diskon Tiket
Berdasarkan data pemesanan tiket yang telah terkumpul, otoritas pelabuhan memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi antara tanggal 14 hingga 18 Maret 2026. Periode ini diperkirakan akan menjadi waktu dengan kepadatan penumpang tertinggi di Pelabuhan Trisakti. Oleh karena itu, berbagai strategi telah disiapkan untuk mengelola lonjakan tersebut.
Untuk mengurangi kepadatan pada periode puncak, operator kapal memberikan insentif berupa potongan harga tiket hingga 30 persen. Diskon ini berlaku bagi penumpang yang memilih untuk berangkat lebih awal, yaitu pada awal Ramadhan. Langkah ini diharapkan dapat menyebar arus mudik sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang secara masif di satu waktu.
Strategi diskon tiket ini merupakan upaya efektif untuk mendistribusikan jumlah pemudik secara merata sepanjang musim Lebaran. Dengan demikian, pengalaman mudik yang lebih nyaman dan aman dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews