5 Rahasia Cuan Investasi Saham, Tak Semua Orang Paham
OJK mengimbau investor agar tidak fokus menempatkan investasi pada satu saham saja.
Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang terus diminati masyarakat. Terutama generasi muda. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah investor pasar saham mencapai 14,21 juta investor per 22 Oktober 2024. Rinciannya, mayoritas investor di dominasi usia 30 tahun ke bawah dengan jumlah sebanyak 12,17 juta jiwa.
Meski demikian, berinvestasi di pasar saham tetap memiliki risiko. Ini karena saham bersifat volatil. Istilah ini merujuk harga saham yang sering berubah-ubah secara signifikan dalam jangka waktu yang relatif singkat, baik naik maupun turun.
Berikut tips cuan investasi saham menurut OJK:
1. Diversifikasi
OJK mengimbau investor agar tidak fokus menempatkan investasi pada satu saham saja. Dengan ini investor dapat melakukan diversifikasi saham dengan melibatkan penempatan dana ke berbagai jenis saham dari sektor dan industri yang berbeda.
Diversifikasi saham ini bertujuan mengurangi dampak potensi kerugian jika satu atau beberapa saham mengalami penurunan dalam waktu tertentu.
2. Time In Market, bukan Timing The Market
Strategi investasi ini ialah memfokuskan untuk tetap berada di pasar saham dalam jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan maksi. Hindari upaya untuk menebak kapan saat terbaik untuk beli atau jual.
3. Pilih Saham Berkualitas
Selanjutnya, prioritaskan saham-saham perusahaan besar yang punya fundamental kuat. Hal ini dapat dipelajari dari saham-saham yang cenderung bertahan dalam berbagai kondisi krisis ekonomi.
4. Investasi Bertahap
Strategi ini dapat dilakukan dengan menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham. Hindari cara investasi dengan menunggu harga saham turun atau naik.
5. Punya Tujuan
Layaknya menabung. Berinvestasi saham juga harus memiliki tujuan dan rencana investasi.
Sebagai contoh, tentukan tujuan keuangan Sobat sebelum mulai investasi. Misalnya untuk dana pensiun, pendidikan anak, atau beli rumah.