44 Titik Koperasi Merah Putih Mukomuko Mulai Dibangun, Target Rampung Maret 2026
Pembangunan fisik Koperasi Merah Putih Mukomuko telah dimulai di 44 titik dari target 150, menunjukkan komitmen penguatan ekonomi lokal dan kemandirian desa.
Pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kini telah mencapai 44 titik. Proyek strategis ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan kemandirian masyarakat desa. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Mukomuko mengonfirmasi dimulainya konstruksi di berbagai lokasi.
Dari total 150 target, sebanyak 120 titik memiliki lahan yang siap untuk pembangunan. Kepala Dinas Nurdiana menyatakan 112 lokasi siap dibangun, dengan 44 di antaranya sudah memasuki tahap titik nol. Progres ini menunjukkan langkah konkret pemerintah daerah dalam merealisasikan program tersebut.
Dua titik, yaitu Desa Sumber Makmur dan Pondok Suguh, bahkan termasuk dalam program percepatan pembangunan. Kedua lokasi ini telah menunjukkan progres konstruksi mendekati enam persen. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada Maret 2026, dengan beberapa titik percepatan selesai Januari 2026.
Progres dan Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih Mukomuko
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko melaporkan kemajuan signifikan dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari 150 target titik, sebanyak 120 lokasi telah terdata memiliki lahan yang memadai. Lahan tersebut berasal dari desa, pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, menunjukkan dukungan multi-pihak.
Kepala Dinas Nurdiana menjelaskan bahwa 112 dari lahan yang tersedia tersebut sudah siap untuk dibangun. Saat ini, 44 lokasi telah memulai tahap konstruksi, menandai dimulainya realisasi fisik program Koperasi Merah Putih Mukomuko. Pekerjaan fisik yang sedang berjalan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan besi, serta tahapan konstruksi awal lainnya.
Dua lokasi di antaranya, yaitu Desa Sumber Makmur dan Pondok Suguh, menjadi bagian dari program percepatan. Progres pembangunan di kedua desa ini bahkan telah mencapai hampir enam persen. Ini menunjukkan fokus pemerintah daerah untuk segera menghadirkan manfaat dari Koperasi Merah Putih Mukomuko bagi masyarakat.
Mekanisme Pelaksanaan dan Anggaran Koperasi Merah Putih Mukomuko
Pelaksanaan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih Mukomuko dipercayakan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (APM). Perusahaan ini memiliki kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan telah menandatangani nota kesepahaman dengan empat kementerian lain. Keterlibatan pihak ketiga ini memastikan standar dan kualitas pembangunan.
Selanjutnya, PT APM menunjuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengerjakan pembangunan secara swakelola. Proses ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa setempat, menciptakan rasa kepemilikan dan pemberdayaan. Kolaborasi antara sektor swasta, militer, dan masyarakat desa menjadi kunci keberhasilan proyek Koperasi Merah Putih Mukomuko.
Terkait pendanaan, Nurdiana menjelaskan bahwa anggaran pembangunan fisik gerai dan sarana pendukung mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Setiap titik diperkirakan membutuhkan sekitar Rp2,5 miliar untuk konstruksi fisik. Selain itu, terdapat alokasi anggaran nonfisik untuk operasional, sehingga total pembiayaan per titik mencapai sekitar Rp3 miliar.
Visi dan Target Penyelesaian Koperasi Merah Putih Mukomuko
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dirancang sebagai program penguatan ekonomi lokal yang komprehensif. Koperasi ini akan berfungsi sebagai pusat layanan usaha masyarakat, menyediakan gerai, gudang, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi desa secara signifikan.
Tujuan utama dari pembentukan Koperasi Merah Putih Mukomuko adalah memperluas akses masyarakat terhadap layanan usaha. Selain itu, koperasi ini juga akan memfasilitasi distribusi barang, sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah daerah fokus pada percepatan pembangunan gerai untuk segera mencapai tujuan ini.
Pemerintah daerah menargetkan dua titik percepatan pembangunan dapat rampung pada Januari 2026. Sementara itu, seluruh titik Koperasi Merah Putih Mukomuko lainnya diharapkan selesai pada Maret 2026. Target waktu yang jelas ini menunjukkan komitmen untuk segera mewujudkan manfaat program bagi seluruh masyarakat Mukomuko.
Sumber: AntaraNews