LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Sejarah Bagaimana Ketupat Jadi Salah Satu Menu yang Identik dengan Momen Lebaran

Ketupat, hidangan ikonik Lebaran di Indonesia, menyimpan sejarah panjang dan makna filosofis mendalam.

Rabu, 04 Jun 2025 13:38:42
kuliner
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tekankan pentingnya gotong royong dalam pengembangan Kampung Ketupat sebagai destinasi wisata andalan yang kini semakin dikenal luas. (Planet Merdeka)
Advertisement

Ketupat menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras dan dibungkus anyaman daun kelapa ini, bukan sekadar pengisi perut. Ada sejarah panjang dan makna filosofis mendalam bagi masyarakat Nusantara.

Pada hari Lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ketupat biasanya tersaji dengan opor ayam, rendang, sambal goreng hati, dan lauk lainnya. Lantas, bagaimana sejarah ketupat hingga menjadi salah satu menu yang identik dengan momen Lebaran? Simak ulasannya:

Asal-Usul Ketupat

Ketupat merdeka.com

Berdasarkan beberapa sumber, tradisi lebaran ketupat konon diperkenalkan oleh salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Tujuannya sebagai bentuk akulturasi budaya Jawa dengan ajaran Islam. Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga sebagai tokoh yang pertama kali memperkenalkan ketupat.

Budayawan Zastrouw Al-Ngatawi mengatakan, tradisi kupatan muncul pada era Wali Songo dengan memanfaatkan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara.

Advertisement

Sunan Kalijaga memperkenalkan istilah "Bakda Lebaran" dan "Bakda Kupat". Bakda Kupat dirayakan seminggu setelah Idul Fitri. Tradisi Bakda Kupat melibatkan pembuatan dan pembagian ketupat kepada keluarga dan kerabat. Ini menjadi simbol kebersamaan, permohonan maaf, dan rasa syukur.

Tradisi ini kemudian dijadikan sarana mengenalkan ajaran Islam. Ajaran tersebut mengenai cara bersyukur kepada Allah SWT, bersedekah, dan bersilaturahmi di hari lebaran.

Advertisement

Makna Filosofis di Balik Ketupat

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tekankan pentingnya gotong royong dalam pengembangan Kampung Ketupat sebagai destinasi wisata andalan yang kini semakin dikenal luas. Planet Merdeka

Ketupat berasal dari kata "kupat" dalam bahasa Jawa. Kata ini memiliki beberapa arti mendalam. Dua interpretasi umum adalah "Ngaku lepat" (mengakui kesalahan) dan "laku papat" (empat tindakan).

Kata 'ketupat' atau 'kupat' berasal dari kata bahasa Jawa 'ngaku lepat' yang berarti 'mengakui kesalahan'. Sehingga dengan ketupat sesama Muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.

"Laku papat" merujuk pada empat tindakan penting. Pertama, lebaran (pintu maaf terbuka lebar). Kedua, luberan (melimpah, bersedekah). Ketiga, leburan (melebur dosa). Keempat, laburan (menyucikan diri).

Anyaman ketupat yang rumit melambangkan kerumitan dosa manusia. Beras putih di dalamnya melambangkan kesucian hati setelah bermaaf-maafan. Ketupat bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol budaya, kesatuan, dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan turun-temurun.

Akulturasi dan Adaptasi Ketupat di Nusantara

Ketupat merdeka.com

Sejarah ketupat sendiri masih menjadi perdebatan. Beberapa versi mengaitkannya dengan penyebaran Islam di Jawa pada abad ke-15 seperti disebutkan di atas. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa tradisi ketupat sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha di Nusantara.

Terlepas dari sejarahnya, ketupat telah mengalami akulturasi dan adaptasi di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki variasi ketupat dengan cita rasa dan cara penyajian yang berbeda. Hal ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang terus berkembang.

Advertisement

Ketupat bukan sekadar makanan. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol akulturasi budaya, nilai-nilai keagamaan, dan kebersamaan yang terus dilestarikan hingga kini.

Berita Terbaru
  • Keren! Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama Catat Rekor di Sirkuit Jerez
  • Hasil dan Klasemen BRI Super League Malam Ini: Borneo FC Kalahkan Persik dan Ambil Alih Posisi Puncak dari Persib Bandung
  • TASPEN Gerak Cepat Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
  • Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Gerbong Perempuan di Tengah Rangkaian KRL
  • Pentingnya Literasi Keuangan Agar Gen-Z Tak Terjebak Ilusi Kemakmuran Melalui Media Sosial
  • berita paham
  • budaya indonesia
  • ketupat
  • kuliner
  • kuliner nusantara
  • lebaran
  • sejarah
  • tradisi
  • trending
  • trending ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Desi Aditia Ningrum
K
Reporter Khulafa Pinta Winastya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.