LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Profil Pecco Bagnaia Pebalap MotoGP yang Bikin Bos Ducati Hilang Kesabaran

Kenali Pecco Bagnaia, pebalap MotoGP yang bikin bos Ducati frustrasi dengan performanya.

Senin, 15 Sep 2025 21:10:00
motogp
Pecco Bagnaia Klarifikasi Soal Komentar 'Hilang Kesabaran', Tegaskan Tak Ada Ketegangan dengan Ducati ((c) Ducati Corse)
Advertisement

Francesco "Pecco" Bagnaia adalah seorang pembalap motor asal Italia yang saat ini berkompetisi di MotoGP untuk tim Ducati Lenovo. Ia telah meraih gelar Juara Dunia MotoGP dua kali berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023.

Namun, di musim 2025, performanya menurun drastis, menyebabkan frustrasi di dalam tim Ducati, termasuk General Manager Gigi Dall'Igna.

Bagnaia lahir pada 14 Januari 1997 di Turin, Italia, dan sejak kecil telah menunjukkan bakat dalam balap motor. Dengan tinggi 176 cm dan berat 64 kg, ia kini menjadi salah satu pembalap paling diperhitungkan di MotoGP.

Meskipun prestasinya yang gemilang, situasi sulit yang dihadapinya di musim ini membuat banyak pihak mempertanyakan kemampuannya.

Advertisement

Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan karir Pecco Bagnaia, tantangan yang dihadapinya di musim 2025, serta reaksi dari tim Ducati yang menunjukkan hilangnya kesabaran terhadapnya.

Awal Karir Pecco Bagnaia

Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia (kanan), harus puas meraih podium ketiga pada sprint race dan main race MotoGP Thailand 2025 di Sirkuit Buriram, Sabtu (1/3/2025) dan Minggu (2/3/2025). Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia (kanan), harus puas meraih podium ketiga pada sprint race dan main race MotoGP Thailand 2025 di Sirkuit Buriram, Sabtu (1/3/2025) dan Minggu (2/3/2025).

Pecco Bagnaia memulai karir balapnya di dunia minimoto dan MiniGP antara tahun 2009 dan 2010, di mana ia berhasil meraih gelar juara Eropa MiniGP pada tahun 2009. Setelah itu, ia berkompetisi di Kejuaraan Kecepatan Spanyol pada tahun 2011 dan 2012, di mana ia finis di posisi ketiga secara keseluruhan di kelas 125cc dan Moto3, masing-masing memenangkan satu balapan di setiap musim.

Advertisement

Debutnya di Moto3 dimulai pada tahun 2013 dengan tim Italia FMI, dan pada tahun 2014, ia bergabung dengan Sky Racing Team VR46. Pada tahun 2015, ia pindah ke Aspar Team Mahindra dan menjadi pembalap Mahindra teratas. Kemenangan Grand Prix pertamanya diraih di Assen pada tahun 2016, yang juga merupakan kemenangan pertama bagi Mahindra. Ia menyelesaikan musim 2016 di posisi ke-4 klasemen kejuaraan.

Setelah sukses di Moto3, Bagnaia melanjutkan karirnya ke Moto2 pada tahun 2017 dengan Sky Racing Team VR46 dan dinobatkan sebagai Rookie of the Year. Ia kemudian menjadi Juara Dunia Moto2 pada tahun 2018, dengan delapan kemenangan dan 16 podium, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap berbakat di dunia balap motor.

Perjalanan Menuju MotoGP

Bagnaia melakukan debut di kelas utama MotoGP pada tahun 2019 dengan tim satelit Pramac Racing menggunakan Ducati Desmosedici. Meskipun musim rookie-nya cukup sulit, ia menunjukkan potensi dengan finis ke-4 di Australia. Pada tahun 2020, ia meraih posisi kedua di GP San Marino dan hampir meraih kemenangan perdananya di kelas utama sebelum terjatuh.

Pada tahun 2021, Bagnaia pindah ke tim pabrikan Ducati dan mulai menunjukkan performa yang lebih baik. Ia berhasil meraih gelar Juara Dunia MotoGP pada tahun 2022 dan 2023, menjadikannya salah satu pembalap yang diperhitungkan di MotoGP. Kontraknya dengan Ducati diperpanjang hingga akhir tahun 2026, menunjukkan kepercayaan tim terhadap kemampuannya.

Namun, perjalanan karirnya tidak selalu mulus. Di musim 2025, Bagnaia menghadapi tantangan besar dengan performa yang menurun, yang membuatnya harus berjuang keras untuk kembali ke jalur kemenangan.

Performa Buruk di Musim 2025

Gigi Dall'Igna Blak-blakan Sebut Pecco Bagnaia Mengecewakan di MotoGP Austria 2025, Buang Peluang Bagus (c) Ducati Corse

Musim 2025 menjadi tahun yang sulit bagi Pecco Bagnaia. Di Grand Prix San Marino, ia gagal meraih poin, finis di posisi ke-13 dalam sprint race dan terjatuh saat berada di posisi kedelapan dalam balapan utama. Ini adalah kali kedua dalam musim tersebut ia gagal mencetak poin sepanjang akhir pekan balapan, yang semakin memperburuk situasi.

"Kesabaran saya mulai habis. Ini sulit," ujar Bagnaia mengungkapkan rasa frustrasinya.

Ia menekankan pentingnya menganalisis data dan mencari tahu apa yang salah, menunjukkan betapa mendesaknya situasi yang dihadapinya.

Gigi Dall'Igna, General Manager Ducati, juga mengakui bahwa kesabarannya telah habis terhadap performa Bagnaia yang menurun.

"Saya juga sudah kehilangan kesabaran, dan para penggemar Pecco juga sudah kehilangan kesabaran. Kita semua manusia, dan kita harus selalu memulai dari asumsi ini," ujar Dall'Igna.

Komentar ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi Bagnaia dan tekanan yang dirasakannya dari tim.

Masalah dengan Motor GP25

Bagnaia juga menghadapi masalah dengan motor GP25 yang digunakannya. Ia menyuarakan kesulitan yang tidak dapat dijelaskan, memicu perdebatan mengenai apakah masalah tersebut bersifat teknis atau lebih kepada adaptasi pembalap.

Dall'Igna mengindikasikan bahwa masalahnya tidak murni teknis, melainkan terkait dengan kepercayaan diri Bagnaia terhadap motor.

Performa Marc Marquez yang sukses dengan GP25, bahkan memenangkan balapan, semakin menyoroti tantangan yang dihadapi Bagnaia. Marquez berhasil mencetak delapan kemenangan dari 14 balapan yang telah dijalani musim ini, menunjukkan adaptasi yang luar biasa dengan karakteristik motor. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang perbedaan adaptasi antara kedua pembalap.

Bagnaia berharap tim Ducati segera menemukan solusi atas masalah yang dihadapinya.

"Saya harap Ducati bisa menjelaskan ini kepada saya, karena kesabaran saya sudah habis," katanya.

Reaksi Tim Ducati dan Harapan ke Depan

Pecco Bagnaia Temukan Tanda-Tanda Positif dari Ducati Meski Gagal Podium di MotoGP Hungaria 2025 (c) Ducati Corse

Tim Ducati kini dihadapkan pada tugas berat untuk membantu Pecco Bagnaia mengatasi kendala teknis dan mentalnya. Dall'Igna menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah pada Bagnaia dan akan berusaha sekuat tenaga untuk membantunya menemukan kembali perasaannya dengan motor dan kembali menjadi juara seperti sebelumnya.

Ia juga mengakui bahwa tidak ada "formula ajaib" untuk sukses dan perlu ada evaluasi objektif. Dengan sembilan seri balapan tersisa hingga akhir musim, persaingan masih terbuka meski Marquez memiliki keunggulan signifikan di klasemen.

Advertisement

Seri terdekat akan segera digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, yang diharapkan dapat menjadi momen kebangkitan bagi Pecco Bagnaia atau konsolidasi bagi Marquez. Tim Ducati berharap dapat menemukan solusi untuk membantu Bagnaia kembali ke performa terbaiknya.

Berita Terbaru
  • Di Unhas, Stafsus Presiden Yovie Widianto Bahas Polemik Royalti
  • Ada Diskon PBB-P2 Hingga 10 Persen pada 2026 di Jakarta, Ini Jadwal dan Besarannya
  • Laporan JP Morgan: Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Harga Energi Global
  • BTN Putuskan Tahan Laba Rp3,5 Triliun untuk Penguatan Modal dan Ekspansi Kredit
  • Wamendagri: Bukan Denda, e-KTP Hilang Diusulkan Kena Biaya Cetak Ulang
  • berita paham
  • motogp
  • nais
  • pecco bagnaia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
D
Reporter Dani Mardanih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.