Momen Haru Polisi 'Gemoy' Bersedih Bersama Istri saat Kenaikan Pangkat
Diantara anggota yang lain, Muhamad Jen bersama istrinya terlihat menangis. Bahkan, sesekali mereka mengusap air matanya yang membahasi pipinya.
Seorang polisi berpangkat Inspektur Satu (Iptu) tampak tak kuasa menahan tangis saat air matanya diseka oleh sang istri. Polisi tersebut diketahui bernama Muhamad Jen, anggota Polres Lebak, Banten, yang momen harunya menyita perhatian publik.
Dalam video yang diunggah akun @humaspoldabanten ini, momen itu terjadi dalam kenaikan pangkat lebih tinggi satu tingkat.
Diantara anggota yang lain, Muhamad Jen bersama istrinya terlihat menangis. Bahkan, sesekali mereka mengusap air matanya yang membahasi pipinya.
"Diantara wajah berseri-seri para anggota yang telah naik pangkat, ada yang menarik perhatian saat kami memberi ucapan selamat," tulis akun tersebut seperti dikutip merdeka.com, Kamis (1/1).
"Tertangkap kamera, anggota tersebut bersama istrinya menangis haru sambil bergandengan, ada airmata dan tatapan tulus istri yang tergambar," sambungnya.
Namun, belum diketahui Muhamad Jen yang memiliki badan besar itu bertugas di bidang atau kesatuan mana di Polres Lebak tempat ia bekerja atau berdinas.
Kenaikan Pangkat Serenta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi (Pati) Polri, serta kenaikan pangkat bagi Perwira, Bintara, dan Tamtama Polri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Kenaikan Pangkat Merupakan Wujud Kepercayaan Pimpinan
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kenaikan pangkat merupakan wujud kepercayaan pimpinan sekaligus tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap personel.
"Kenaikan pangkat ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan bentuk penghargaan institusi atas kinerja dan pengabdian anggota Polri. Pada saat yang sama, ini juga menjadi amanah untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo dalam keterangannya, Rabu (31/12).
Secara nasional, total personel Polri yang menerima kenaikan pangkat mencapai puluhan ribu orang. Kenaikan pangkat reguler ke dan dalam golongan Pati Polri diberikan kepada 42 personel.
Sementara kenaikan pangkat ke Kombes Pol sebanyak 308 personel, ke AKBP 642 personel, ke Kompol 1.332 personel, ke AKP 3.335 personel, dan ke Iptu 4.418 personel.
Selain itu, kenaikan pangkat pengabdian ke Ipda diberikan kepada 448 personel, serta kenaikan pangkat dalam golongan Bintara sebanyak 36.053 personel dan Tamtama sebanyak 1.918 personel.
Dalam kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri, di antaranya yaitu Irjen Kalingga Rendra Raharja yang menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Agus Santoso serta Irjen Umar Surya Fana yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.
Sementara itu, pada kenaikan pangkat ke Brigadir Jenderal Polisi, sejumlah nama yang menempati posisi strategis turut menonjol, antara lain Brigjen Murry Mirranda yang menjabat sebagai Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung.
Brigjen John Huntal Sarjananto Sitanggang selaku Danpasbrimob II Korbrimob Polri, serta Brigjen Susatyo Purnomo Condro yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Trunoyudo menegaskan, pelaksanaan kenaikan pangkat tidak hanya berlangsung di tingkat pusat, namun juga dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan wilayah, mulai dari Polda, Polres, hingga satuan kerja jajaran.
“Upacara kenaikan pangkat ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk keseragaman pembinaan karier dan soliditas organisasi. Kami berharap momentum ini semakin memotivasi seluruh personel untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Polri berkomitmen untuk terus mengedepankan sistem pembinaan karier yang objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan transformasi Polri yang Presisi.