Misteri Kematian Mahasiswi Unhas di Area Parkir Fakultas Teknik, Sempat Kirim Pesan Suara ke Orang Tua dan Teman
Polisi belum bisa memastikan apakah korban jatuh atau melompat dari lantai tiga Gedung Fakultas Teknik.
Seorang mahasiswi Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Princes Jenifer Tjiang (19), ditemukan meninggal dunia di area parkiran kampus pada Senin (18/5) malam. Korban diduga terjatuh dari lantai tiga Gedung Fakultas Teknik.
Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya. Polisi belum dapat memastikan apakah korban terjatuh atau melompat dari gedung tersebut.
“Kami masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk mengungkap penyebab kematian. Ditemukan barang-barang korban di lokasi seperti sepatu, polsel, tas, dan kalung,” ujar Kepala Unit Tindak Pidana Umum Kepolisian Resor, Andi Alfian, kepada wartawan, Selasa (19/5).
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Autopsi
Dia menjelaskan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh teman kuliahnya sekitar pukul 19.30 Wita. Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Proses tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.
“Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian sekaligus bagian dari proses penyelidikan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya mahasiswi Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik yang ditemukan meninggal dunia di area kampus. Ia mengatakan, informasi awal diterima sekuriti dari seorang mahasiswa yang meminta bantuan ambulans.
“Semalam, sekitar pukul 20.00 Wita, sekuriti di pos 1 FT (Fakultas Teknik) atas nama Ardiansyah dan Joni didatangi oleh seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans, karena ada temannya yang jatuh,” ujarnya.
Korban Sempat Kirim Pesan Suara
Ishaq juga membenarkan adanya informasi bahwa korban sempat mengirimkan voice note atau pesan suara kepada temannya. Pesan suara tersebut disebut turut diterima oleh orang tua korban.
“Sehingga orang tuanya juga ke kampus mencari korban bersama teman korban, tapi tidak ketemu. Ketika orang tuanya dan teman korban yang lain ini ke pos sekuriti untuk minta kunci ke gedung, sekuriti mengabarkan bahwa ada korban tadi ditemukan,” kata dia.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Yapika. Namun, saat ditemukan oleh keluarga dan teman-temannya, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Unhas Soroti Isu Kesehatan Mental Mahasiswa
Pihak kampus meminta semua pihak untuk tidak memberitakan kasus tersebut secara sensasional, mengingat adanya unsur sensitif terkait isu kesehatan mental di kalangan remaja.
“Mengenai penyebab kematian, saat ini sedang dalam penelusuran. Kami mohon kiranya bantuan dan kerja sama untuk menghindari pemberitaan kasus ini dari aspek sensasionalnya, mengingat peristiwa ini ada unsur sensitif terkait isu kesehatan mental di kalangan Gen Z,” ujar Ishaq.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak kampus, terutama terkait isu kesehatan mental mahasiswa.
“Ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja. Unhas akan segera mengambil langkah-langkah mitigatif untuk merespons isu ini,” ucapnya.