Mengabdi Jadi Menteri Keuangan di 3 Era Presiden, Sri Mulyani Kini Kena Reshuffle Kabinet Usai Rumah Dijarah
Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih atas simpati dan doa dari masyarakat.
Sri Mulyani Indrawati, salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di Indonesia, resmi digantikan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9) di Istana Negara. Posisi strategis itu kini diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dalam reshuffle kabinet.
Pergantian ini terjadi di tengah situasi yang penuh keprihatinan, kediaman pribadi Sri Mulyani di Bintaro, Jakarta Selatan, menjadi sasaran penjarahan pada akhir Agustus lalu. Peristiwa tersebut mengguncang ruang privat seorang pejabat negara yang selama hampir dua dekade telah mengabdi pada negeri ini di lintas pemerintahan.
Insiden penjarahan yang terjadi pada Minggu malam (31/8) mengundang perhatian luas. Sejumlah orang tak dikenal dilaporkan masuk secara paksa dan merusak bagian dalam rumah Sri Mulyani. Kepolisian tengah mendalami motif serta mengidentifikasi pelaku, namun hingga kini belum ada titik terang mengenai dalang di balik aksi itu.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih atas simpati dan doa dari masyarakat. Ia menuliskan:
"Terima kasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini."
Sri Mulyani juga mengajak publik untuk tidak terperangkap dalam polarisasi dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan, seraya mengingatkan bahwa menjadi pejabat negara adalah amanah yang berat dan sering kali datang dengan risiko besar.
"Membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya… Ini bukan ranah atau selera pribadi," tulisnya.
Kabinet Dirombak, Sri Mulyani Diganti
Presiden Prabowo Subianto, dalam hak prerogatifnya, menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru. Pelantikan berlangsung tertutup di Istana Negara. Pemerintah, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa reshuffle ini adalah hasil evaluasi kinerja dan tidak terkait langsung dengan insiden penjarahan maupun tekanan politik.
"Bukan karena kericuhan atau sebab khusus. Ini adalah bagian dari hak prerogatif Presiden berdasarkan evaluasi kinerja," kata Prasetyo kepada media.
Pengabdian Lintas Zaman: Jejak Panjang Sri Mulyani
Sri Mulyani merupakan satu dari sedikit pejabat yang pernah menjabat di tiga era pemerintahan yang berbeda menjadikannya figur langka dalam sejarah politik dan ekonomi Indonesia.
Era Susilo Bambang Yudhoyono (2005–2010): Menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak Desember 2005, ia dikenal karena reformasi birokrasi dan disiplin anggaran. Mengundurkan diri pada 2010 untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Era Joko Widodo (2016–2024): Kembali dipercaya memegang jabatan yang sama, Sri Mulyani menjadi arsitek kebijakan fiskal yang tangguh, khususnya saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Era Prabowo Subianto (2024–2025): Dilantik pada 15 Oktober 2024, ia hanya menjabat kurang dari satu tahun sebelum akhirnya diganti. Meski masa baktinya singkat, ia tetap memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional selama masa transisi pemerintahan.