Lokasi Sniper Israel di Gaza Utara Terungkap, Tembaki Warga Palestina Sambil Santai Minum Coca Cola
Tempat sniper Israel melakukan aksinya menembaki warga di Jalur Gaza dari atas menara.
Seorang jurnalis perempuan Palestina, Bisan Awdeh, menunjukkan bekas tempat persembunyian penembak jitu (sniper) Israel saat melakukan aksinya menembaki orang-orang di Jalur Gaza dari atap sebuah bangunan gedung.
"Halo semuanya saya Bisan, aku menunjukkan sesuatu. Lihat semua kumpulan peluru-peluru kosong ini," kata Bisan dikutip dari postingan di akun X @QudsNen (7/3).
Dalam videonya, Bisan menunjukkan tumpukan peluru kosong yang sengaja ditinggalkan di tempat tersebut. Kemudian terlihat ada satu lubang di tembok tempat di mana sniper Israel mengincar korban-korban tak bersalah untuk ditembak.
Di antara tumpukan peluru, Bisan juga menemukan bekas kaleng kosong minuman bersoda dari brand cola-cola. Dia menyebut, jika para sniper Israel menembaki orang-orang tak bersalah di Gaza sambil bersantai dan menikmati minuman bersoda itu.
"Di sini sniper (Israel) duduk untuk menembaki orang-orang Palestina di Jalur Gaza. Dan selama melakukan aksinya itu dia sembari menikmati coca-cola," kata Bisan.
Melalui videonya, Bisan lalu mengingatkan kepada orang-orang untuk tetap melakukan boikot kepada produk atau perusahaan yang memberikan bantuan kepada Israel untuk terus melakukan kejahatan genosida.
"Jadi, ini adalah pengingat untuk melakukan boikot cola cola dan perusahaan lain yang memberikan bantuan kepada Israel untuk melakukan genosida," kata Bisan.
"Jadi sebelum menikmati coca-cola ingatlah bahwa sniper (Israel) juga meminum coca-cola sambil menembaki anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan, dan menghancurkan rumah-rumah kami," pungkasnya.
Melansir dari laman Al Jazeera, sejumlah warga Palestina dilaporkan meninggal dunia usai ditembak mati oleh sniper Israel saat sedang melakukan evakuasi. Banyak orang mengatakan bahwa mereka melihat seorang pria berjalan di jalan dan ditembak di kepala oleh seorang penembak jitu yang membidik dari sebuah menara.
Seorang pria juga mengatakan, dia sedang duduk di dekat stadion Yarmouk ketika dia melihat seorang penembak jitu Israel menembak seorang pria di atas sepeda yang membawa makanan kaleng.
"Kami tidak dapat memindahkan jasadnya. Bahkan paramedis tidak dapat mengakses jalan. Mereka tidak dapat mengambil atau mengevakuasi jasad orang ini." ungkapnya dikutip dari Al Jazeera, Jumat .(7/3).
Petugas ambulans bahkan dipaksa kembali dan tidak bisa melakukan evakuasi dengan cepat. Mereka disebut telah diperingatkan bahwa siapa pun yang mendekati jenazah akan ditembak.