Kisah Anggita Korban Selamat Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Terlempar dan Tertumpuk Korban lain
Malam itu, Anggita berada di dekat kursi prioritas di gerbong khusus wanita.
Anggita Rizka Utami menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan kereta rangkaian listrik (KRL) dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4). Malam itu, Anggita berada di dekat kursi prioritas di gerbong khusus wanita.
Situasi di dalam kereta dipenuhi tanda tanya, lantaran rangkaian yang ditumpanginya tak kunjung bergerak.
"Info diterima, kereta tertahan karena delay," ujar Aditya Subagja, adik korban, menuturkan cerita dari sang kakak saat ditemui di RSUD Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Tabrakan Terjadi saat Hendak Mengabari Suami
Dalam kondisi menunggu yang tidak pasti, Anggita sempat berniat mengabari suaminya. Namun, niat tersebut tak pernah terwujud.
"Kakak sudah mau kasih kabar ke suaminya, tapi belum sempat terkirim pesannya, keretanya sudah ditabrak," tutur Aditya.
Tabrakan terjadi secara tiba-tiba, menghantam gerbong tempat Anggita berada tanpa peringatan.
Benturan keras membuat Anggita terlempar dari posisinya hingga bertumpuk dengan korban lain. Dalam kondisi terhimpit, ia berusaha menyelamatkan diri di tengah kepanikan.
"Pas kejadian, kakak terlempar ke tumpukan korban lain, dia terhimpit, (tapi) pintunya otomatis kebuka, lalu dia bisa keluar," cerita Aditya.
Sempat Dipulangkan, Nyeri Baru Terasa Keesokan Hari
Usai dievakuasi ke RSUD Bekasi, Anggita sempat mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat (IGD). Karena tidak ditemukan luka serius saat itu, ia diperbolehkan pulang sekitar pukul 02.00 dini hari.
"Di hari kejadian, dia di IGD terus dipulangkan di jam 2 pagi ya, jam 2 pagi, karena kelihatannya enggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan," jelas Aditya.
Namun, keesokan harinya, rasa sakit mulai muncul di beberapa bagian tubuh. Kondisi tersebut membuatnya kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, yang kemudian berujung rawat inap.
"Pas besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check-up, tadinya mau check-up tapi jadinya malah rawat inap. Tangan sebelah kanan, kaki dan punggung jadi susah bangun sendiri. Sekarang dirujuk ke dokter spesialis," jelasnya.
Pemulihan Fisik dan Trauma Psikologis
Saat ini, Anggita masih menjalani perawatan di RSUD Bekasi dengan kondisi sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik. Meski begitu, trauma akibat kejadian tersebut masih membekas, sehingga ia juga mendapatkan pendampingan psikologis dari tim rumah sakit.
"Sekarang rasanya sudah lumayan membaik. Soalnya kemarin masih syok, dan sekarang sudah ada bimbingan psikologi juga jadi sudah bisa cerita kayak gitu," dia menandasi.
Kisah Anggita menjadi potret nyata betapa kecelakaan transportasi tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam yang membutuhkan waktu dan penanganan serius untuk pulih sepenuhnya.