LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kesaksian Warga Yahudi Kehidupan di Palestina Sangat Damai di Era Kekuasaan Islam, Semuanya Hancur Setelah Ada Zionis

Kesaksian warga Yahudi Ortodoks pernah hidup berdampingan dengan orang-orang Palestina dengan damai.

Jumat, 02 Mei 2025 09:07:00
gaza
Pengakuan Orang Yahudi (X : @QudsNen)
Advertisement

Seorang warga Yahudi anti-zionis mengungkap kehidupan damai bersama orang-orang Palestina jauh sebelum munculnya zionisme kolonial dan terbentuknya Israel di atas tanah Palestina.

Melalui video di akun X @QudsNen, pria yang belum diketahui namanya itu mengungkap jika masyarakat Yahudi dan Muslim di wilayah tersebut pernah hidup berdampingan secara damai pada saat muslim berkuasa di era Kekaisaran Ottoman.

"Kami pernah punya kekaisaran Ottoman di sini dan tetangga terbaik kami adalah orang-orang Palestina. Kami hidup bersama dengan sangat baik. Kami tinggal, memasak bersama, dan kita hidup dalam kedamaian," ungkap pria berjenggot dalam video dikutip Jumat (2/5/2025).

Kesaksian Warga Yahudi X : @QudsNen

Lebih lanjut, pria dalam video mengungkap jika zionis lah yang mengganggu kehidupan damai warga Palestina dan Yahudi.

Advertisement

"Apa yang mengganggu kedamaian kita di sini adalah zionis. Mereka bilang kami mengambil tanah mereka, padahal ini adalah tanah kita," ungkapnya.

Secara blak-blakan, dia menyebut jika zionis memiliki agenda licik yang memaksa orang-orang Yahudi di untuk ikut masuk ke militer dan bertempur mengatasnamakan negara.

Advertisement

"Mereka tidak mau kamu menjadi Yahudi Ortodoks. Mereka (zionis) ingin kamu menjadi laki-laki yang pergi ke militer. Bertarung untuk negara, mungkin sampai mati untuk agenda licik mereka," pungkasnya.

Orang Yahudi X : @QudsNen

Sebagai informasi, Kekaisaran Ottoman pernah berkuasa atas Yerusalem dari tahun 1516 hingga 1917 setelah penaklukan Mesir dan Suriah oleh mereka.

Yerusalem pernah menjadi pusat pemerintahan Ottoman pada tahun 1535. Pada dekade pertama pemerintahan Ottoman, kota ini melihat sebuah kebangkitan yang jelas.

Yerusalem diambil alih oleh Kekaisaran Ottoman bersama dengan seluruh Suriah Raya dan menikmati periode pembaharuan dan perdamaian yang baik.

Kelompok Yahudi Anti-Zionis

Diketahui, tidak semua Yahudi ternyata mendukung Israel. Ada juga golongan Yahudi yang menentang Zionisme Israel. Diantaranya adalah kelompok Yahudi Heredi dan Neturei Karta.

Keduanya menolak pendirian negara Israel dan tidak mengakui keberadaannya. Bahkan perwakilan kelompok ini tercatat menjadi menteri dalam kabinet Palestina pimpinan Yasser Arafat.

Menteri Garis Keras Israel Dipermalukan di Jalanan Amerika, Instagram @middleeasteye

Yudaisme Haredi atau ultra-Ortodoks adalah golongan Yahudi yang taat menjalankan ajaran Taurat. Dikutip dari Britannica, Haredi memegang teguh halaqah (tradisi Yahudi), hukum, dan ketetapan kerabian Yahudi.

Mereka bahkan memisahkan diri dari masyarakat non-Yahudi serta dari orang Yahudi lainnya yang tidak mengikuti hukum agama seketat mereka. Yudaisme Haredi dikenal sebagai kelompok anti Zionis.

Penolakan tersebut menyebabkan munculnya berbagai kelompok, seperti Neturei Karta yang tidak mengakui legitimasi Negara Israel. Naturei Karta berdiri di Yerusalem sejak awal abad ke-19. Mereka hadir untuk menolak Zionisme dan pendirian Negara Israel.

Advertisement

Sebagian besar anggota Neturei Karta adalah keturunan Yahudi Hungaria yang telah menetap di Kota Tua Yerusalem. Neturei Karta merupakan penentang keras ideologi politik baru Zionisme.

Berita Terbaru
  • Reaksi BEM SI soal Isu Demo Besar Juli 2026
  • Hasto soal Kenaikan Harga Pertamax: Menggerus Kemampuan Kelas Menengah
  • Empat Pilar Peradaban dan Jejak Indonesia di Perpustakaan Terbesar Dunia
  • Purbaya soal Ramai Ajakan Pindah dari Pertamax Ke Pertalite: Enggak Mungkin Semua
  • Film Pendek Indonesia Berpeluang Menuju Oscar Lewat EuroAsia Shorts 2026 di Washington DC
  • berita medsos
  • gaza
  • islam
  • kekaisaran ottoman
  • muslim
  • palestina
  • sejarah
  • trending
  • yahudi
  • zionis
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khulafa Pinta Winastya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.