Israel Terus Melanggar Gencatan Senjata di Gaza, BoP Malah Minta Hamas Lucuti Senjata
Mladenov menyatakan bahwa "pintu menuju masa depan Gaza masih tertutup."
Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (BoP) yang bertugas mengawasi gencatan senjata di Gaza, mengaku BoP tidak ingin Hamas menghilang sebagai gerakan politik. Hal itu diungkapkannya dalam konferensi pers yang diadakan di Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (13/5/2026) dikutip dari TRT.
"Kami tidak meminta Hamas untuk menghilang sebagai gerakan politik," klaimnya.
Meski demikian, ia menegaskan kembali tuntutan agar Hamas dan kelompok bersenjata lainnya melucuti senjata, yang ia gambarkan sebagai hal yang tidak dapat dinegosiasikan.
Israel Terus Melanggar Gencatan Senjata
Setelah tujuh bulan gencatan senjata di Gaza yang dimulai pada Oktober 2025, Mladenov menyatakan bahwa "pintu menuju masa depan Gaza masih tertutup."
"Ini bukan seperti yang dijanjikan kepada rakyat Palestina dan ini bukan yang layak mereka dapatkan. Dan ini juga tidak memberikan keamanan bagi Israel untuk melangkah maju, seperti yang juga diinginkan rakyat Israel," ujarnya.
Mladenov juga menyatakan bahwa meskipun gencatan senjata masih berlangsung, kondisi yang ada saat ini tidak sempurna, bahkan jauh dari kata ideal. Ia mengungkapkan bahwa ada pelanggaran setiap hari, dengan beberapa di antaranya sangat serius.
"Gencatan senjata masih berlangsung. Namun, kondisi ini tidak sempurna, bahkan jauh dari sempurna. Ada pelanggaran setiap hari dan beberapa di antaranya sangat serius," katanya, merujuk pada pelanggaran yang terus dilakukan tentara Israel.
Sedikitnya 856 Warga Gaza Wafat Dibunuh Israel Sejak Gencatan Senjata
Dewan Perdamaian (BoP) dibentuk pada Januari atas inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai bagian dari apa yang ia klaim sebagai upaya untuk mencapai penyelesaian damai di Gaza.
AS kemudian menyatakan bahwa sejumlah negara telah bergabung dalam inisiatif tersebut, termasuk Indonesia. Namun, Indonesia belakangan menangguhkan pembahasan apapun terkait BoP seiring dengan meningkatnya eskalasi di beberapa negara Timur Tengah.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, serangan dan tembakan dari Israel telah menyebabkan sedikitnya 856 warga Palestina tewas dan 2.463 lainnya terluka.