Ini Daftar Jenis Kelamin 16 Dari 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki
Saat ini, proses identifikasi masih terus dilakukan dengan menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas seluruh korban.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Selatan berhasil mengidentifikasi jenis kelamin 16 dari total 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara. Saat ini, proses identifikasi masih terus dilakukan dengan menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas seluruh korban.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Budi Susanto, mengatakan dari hasil identifikasi awal diketahui terdapat 13 jenazah laki-laki dewasa dan tiga jenazah perempuan dewasa. Sebagian besar kondisi korban mengalami luka bakar berat hingga tubuh hangus terbakar.
"Sudah kita identifikasi dari jenis kelamin, yakni ada 13 laki-laki dewasa dan 3 jenazah perempuan," ungkap Budi, Sabtu (9/5).
Satu Kantong Berisi Dua Jenazah, Tim DVI Cocokkan Data Keluarga dan Barang Identitas
Selain itu, tim DVI juga menemukan dua jenazah dalam satu kantong, yakni seorang perempuan dewasa dan seorang anak berusia di bawah lima tahun yang hingga kini belum diketahui jenis kelaminnya. Menurut Budi, jenazah anak tersebut ditemukan menempel di bawah ketiak jenazah perempuan dewasa.
"Kedua jenazah ini berpelukan, menempel lengket di bawah ketiak. Untuk body part anak ini belum diketahui jenis kelaminnya," kata Budi.
Dalam proses identifikasi, tim DVI terus menggali informasi dari pihak keluarga korban sebagai data ante mortem untuk dicocokkan dengan hasil pemeriksaan jenazah. Salah satu petunjuk yang kini didalami adalah temuan kalung yang dikenakan korban.
Tim menerima informasi dari keluarga bahwa ada dua penumpang laki-laki yang diketahui memakai kalung serupa. Namun dari hasil pemeriksaan post mortem, kalung ditemukan pada satu jenazah laki-laki dan satu jenazah perempuan.
"Ada foto yang ditunjukkan keluarga ada dua korban laki-laki yang memakai kalung yang identik. Tapi dari pemeriksaan yang memakai kalung itu laki-laki dan perempuan," kata dia.
Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar berat, tim DVI harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan identitas masing-masing korban. Saat ini sampel DNA seluruh korban masih dalam proses pemeriksaan.
"Semuanya diminta bersabar, berikan waktu kepada tim untuk mengedintifikasi semua korban hingga selesai," kata Budi.