Diduga Hendak Menyusup ke Demo, Pelajar Kedapatan Bawa Busur Panah
Sejumlah pelajar kepergok polisi saat turun dari kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (28/8).
Sebanyak 54 pelajar diduga hendak menyusup ke dalam aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8). Dari jumlah tersebut, 53 pelajar diamankan di Stasiun Palmerah, sementara satu pelajar di Stasiun Tanah Abang kedapatan membawa sembilan busur panah lengkap dengan perlengkapannya.
"Dari stasiun Palmerah 53 pelajar diamankan. Satu pelajar diamankan dari Stasiun Tanah Abang membawa 9 busur panah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Kamis (28/8).
Sebelumnya, Sejumlah pelajar kepergok polisi saat turun dari kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (28/8). Mereka diduga hendak membaur dengan massa buruh yang sedang menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Begitu keluar dari peron, para pelajar langsung dihampiri aparat berseragam dan berpakaian preman. Mereka diminta duduk, sedang anggota polisi menggeledah tas dan mengecek barang bawaan satu per satu.
"Iya benar baru turun dari kereta, begitu keluar langsung diamankan. Lalu diperiksa dan digeledah. Sekitar 7 atau 8 orang, tadi udah ada yang dibawa. Tadi yang dibawa ke mobil sekitar ada 30-an," kata salah satu anggota polisi, Kamis (28/8).
Hasil pemeriksaan, ada yang kedapatan membawa petasan, kacamata anti gas air mata, dan pasta gigi. Dari ponsel mereka, polisi juga menemukan percakapan WhatsApp dengan ajakan 'siap tempur'.
"Ada yang bawa petasan, bawa kacamata untuk gas air mata, bawa odol. Tadi juga dilihat dari chatingan di WA nya dia masuk grup ada tulisan seperti udah siap tempur belum. Ada banyak banget grup-grupnya," ucap dia.
Dia mengatakan, para pelajar itu diketahui datang dari Tangerang, Parung, dan Jakarta Selatan. Ada juga yang mengaku sudah lulus sekolah, namun ikut-ikutan dengan mengaku sebagai buruh.
"Mereka mengetahui dari medsos, cuma ikut-ikutan. Kalo dia bukan pelajar, dia udah lulus tapi dia cuma ikut-ikutan, dia mengaku sebagai buruh. Saat ini di sini sisa 8 orang," katanya.