Bikin Merinding, Pesan Umar Driver Ojol untuk Rekan-rekannya Usai Selamat dari Aksi Ricuh
Beruntung, kabar itu tak benar. Umar ternyata masih selamat dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pelni, Jakarta.
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta pada akhir Agustus 2025 menyisakan luka dan cerita pilu. Setidaknya 726 orang tercatat menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut, termasuk Umar, seorang driver ojek online (ojol) yang sempat dikabarkan tewas pada aksi 28 Agustus lalu.
Beruntung, kabar itu tak benar. Umar ternyata masih selamat dan mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pelni, Jakarta. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, hari ini (Selasa, 2 September), Umar telah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.
Seluruh biaya perawatan Umar dan korban lainnya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Usai dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, Umar menyampaikan pesan menyentuh yang ditujukan kepada seluruh driver ojol di Indonesia. Pesan tersebut mengajak rekan-rekannya untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga ketertiban di tengah situasi sosial yang memanas.
"Assalamualaikum. Saya Umar, driver ojol yang dirawat di RS Pelni. Alhamdulillah keadaan saya sudah membaik dan hari ini saya sudah bisa pulang. Terima kasih untuk yang sudah membantu saya dan korban lainnya," ujar Umar dalam unggahan akun Instagram @riekediahp, Senin (1/9).
"Saya minta kepada ojol di seluruh tanah air, jangan terpancing emosi, jangan berbuat anarki. Mari kita dukung Presiden Prabowo untuk mensahkan Perpres Perlindungan Pekerja Platform. Buat para ojol semua, hati-hati, sehat selalu, dan semoga dalam lindungan Allah. Terima kasih," dia menambahkan.
Pesan tersebut menyentuh banyak hati, terutama di kalangan sesama pekerja ojol yang turut merasakan keresahan di tengah ketidakpastian regulasi dan situasi keamanan yang kurang kondusif.
"Alhamdulillah Umar sehat sehat ya...Teteh RDP hatur nuhun pisan, teteh niy kereeen sehat2 nya..Allah selalu menjaga teteh❤️❤️," tulis akun @ chlarayulia.
"Umar Alhamdulillah kamu sehat selalu yaa," timpal akun @mochammadfauzy06.
"Alhamdulillah bang umar.. sehat slu ya🤲🤗," tulis akun @sunnykitchenjakarta.
Rieke Serukan Pengesahan Perpres untuk Lindungi Pekerja Platform
Rieke Diah Pitaloka atau Oneng Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), menyampaikan apresiasi atas pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait kasus kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol).
Presiden juga berjanji memberikan bantuan kepada keluarga Affan dan rekan-rekannya.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP menilai bahwa langkah Presiden sangat memahami pentingnya perlindungan bagi pekerja platform, terutama pengemudi ojol yang saat ini masih menghadapi status pekerjaan yang tidak jelas dan minim perlindungan hukum.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang memberikan pernyataan tegas untuk mengusut tuntas kematian Affan dan berjanji memberikan bantuan bagi keluarga Affan dan kawan-kawannya," ujar Rieke seperti dikutip dari akun Instagram @riekediahp, Sabtu (30/8).
Lebih lanjut, Rieke mengajak seluruh pekerja ojol di tanah air untuk mendukung upaya pengesahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Perlindungan Pekerja Platform Digital.
Perpres ini dianggap sebagai payung hukum yang sangat dibutuhkan agar pekerja platform memperoleh hak-hak tenaga kerja dan perlindungan sosial yang selama ini belum mereka dapatkan.
Pekerja platform, menurut Rieke, adalah para pekerja jasa yang terhubung dengan klien melalui aplikasi atau situs digital, seperti pengemudi transportasi online, kurir, dan penyedia jasa lainnya.
Namun, status mereka yang belum diatur secara jelas menyebabkan mereka kesulitan mendapatkan perlindungan sosial dan akses terhadap hak-hak tenaga kerja.
"Sahabat-sahabat ojol di seluruh tanah air, saya berharap kita tetap fokus pada garis perjuangan yang telah kita rintis bersama, yakni memperjuangkan perlindungan hukum yang adil bagi seluruh pekerja platform," ujarnya.