Ternyata tanaman juga bisa membunuh manusia di musim panas
Dengan adanya kejadian ini, perlu adanya pemahaman yang lebih baik terkait peranan tumbuhan dalam mengatasi polusi udara
Sebuah riset dan studi terbaru yang dilakukan oleh Stockholm Environment Institute (SEI) di University of York, Inggris, peneliti menemukan peranan tanaman dalam mencegah polusi udara dengan menyerap ozon.
Seperti yang diketahui, Ozon dapat melindungi Bumi dari sinar kosmik yang berbahaya di atmosfir. Namun apa jadinya jika ia diproduksi di Bumi? Maka ozon menjadi komponen utama munculnya asbut dan bisa menghadirkan iritasi pada sistem pernafasan manusia, seperti yang dilansir oleh National Geographic (23/7).
Pada umumnya, tanaman menyerap ozon melalui stomata, yaitu lubang kecil yang terdapat pada daun. Tetapi saat gelombang udara panas terjadi, tumbuhan cenderung menutup stomata mereka untuk mengurangi risiko kehilangan air. Semakin kering tanah tempat tanaman tersebut tumbuh, semakin rapat pula stomata menutup untuk menghemat air.
Saat tanaman menutup pori-pori inilah, mereka menyerap ozon lebih sedikit. Sehingga mengakibatkan semakin banyaknya pemunculan ozon di udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia, bahkan menyebabkan kematian.
Sebab, dipermukaan bumi, ozon diproduksi oleh oksidasi fotokimia dari karbon dioksida, metana, dan berbagai senyawa organik saat ada oksida nitrat. Zat-zat tersebut pada umumnya diproduksi oleh asap kendaraan dan industri.
Para peneliti mengungkapkan hasil temuannya bahwa saat ini telah hilang kemampuan tanaman dalam menyerap ozon yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa sekitar 460 orang di Inggris selama musim panas yang sangat terik di tahun 2006 silam.
Dengan adanya kejadian ini, perlu adanya pemahaman yang lebih baik terkait peranan tumbuhan dalam mengatasi polusi udara.
Baca juga:
Peneliti berhasil buat metode penumbuhan gigi dari air kencing
Ilmuwan China ciptakan gigi dari air seni!
Polusi suara sebabkan kepiting pantai tak bisa makan?
Ditemukan, 6 formula yang bikin manusia bahagia!
Remaja yang mengisap ganja lebih beresiko alami kerusakan otak