Remaja yang mengisap ganja lebih beresiko alami kerusakan otak
Merdeka.com - Tim peneliti asal Universitas Maryland mengklaim bahwa berdasarkan investigasi terbaru, remaja yang mengisap ganja secara teratur lebih beresiko alami kerusakan otak dari pada orang dewasa.
Hal tersebut berlaku pada remaja rentan membawa kelainan psikis dalam gen mereka. Dilansir dari Softpedia (25/7), ganja dapat menjadi pemicu dan meningkatkan resiko kondisi buruk kepada si pemakai.
Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan percobaan yang telah dilakukan kepada tikus. Tikus muda yang mendapat paparan asap ganja selama 20 hari menunjukkan pola aktivitas otak yang abnormal selama sisa hidupnya.
Sedangkan tikus dewasa yang mendapat perlakuan sama tidak menunjukkan hasil yang sama. Hal tersebut berarti tikus dewasa yang terkena efek ganja tidak mengalami kerusakan otak.
Dengan hasil tersebut, para peneliti menekankan agar pemerintah, terutama Amerika meninjau ulang rencana pelegalan ganja di beberapa wilayah negara bagian. Hasil penelitian ini dapat dilihat di jurnal Neuropsychopharmacology. (mdk/fra)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya