LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK

Saingi TikTok, Mark Zuckerberg Luncurkan Vibes, Fitur Video Pendek Berbasis AI dari Meta

Meta resmi meluncurkan fitur baru bernama Vibes, yang merupakan feed berisi video pendek yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI.

Rabu, 01 Okt 2025 19:53:00
mark zuckerberg
Meta meluncurkan 'Vibes', sebuah feed video pendek baru yang seluruhnya berisi konten buatan AI. (Doc. Meta) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Meta telah resmi meluncurkan fitur baru bernama Vibes, yang merupakan feed berisi video pendek yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui aplikasi Meta AI atau situs resmi meta.ai.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan peluncuran Vibes ini melalui unggahan di Instagram, di mana ia juga menunjukkan contoh video yang dihasilkan oleh AI. Konsep Vibes ini tampak mirip dengan TikTok atau Instagram Reels, tetapi dengan perbedaan bahwa konten yang ditampilkan bukan berasal dari rekaman kamera, melainkan sepenuhnya dibuat oleh AI.

Menurut laporan dari TechCrunch pada Rabu (1/10/2025), pengguna dapat menyaksikan video AI yang diciptakan oleh orang lain langsung di feed Vibes. Seiring berjalannya waktu, algoritma yang dimiliki Meta akan belajar mengenai preferensi pengguna dan menampilkan konten AI yang sesuai dengan minat masing-masing.

Pengenalan fitur Vibes ini juga merupakan bagian dari investasi besar yang dilakukan oleh Meta untuk mengembangkan teknologi AI, khususnya dalam bidang hiburan dan kreativitas digital. Dengan demikian, Meta berupaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan menyediakan konten yang lebih relevan dan menarik.

Advertisement

Vibes dapat dibuat dari nol atau melalui proses remix

Pengguna memiliki dua opsi utama untuk berkreasi. Pertama, mereka dapat membuat video dari awal dengan mengetikkan perintah atau prompt tertentu. Kedua, mereka juga bisa melakukan remix atau memodifikasi video AI yang sudah ada di dalam feed. Sebelum mengunggah, pengguna masih memiliki kesempatan untuk menambahkan sentuhan pribadi, seperti memasukkan elemen visual baru, menambahkan musik, atau mengubah gaya video sesuai dengan keinginan mereka. Setelah proses selesai, konten yang telah dibuat dapat langsung diunggah ke feed Vibes, dikirim melalui pesan pribadi (DM), atau dibagikan ke Instagram dan Facebook melalui fitur Stories maupun Reels. Untuk versi awal ini, Meta bekerja sama dengan dua platform pembuat gambar berbasis AI yang terkenal, yaitu Midjourney dan Black Forest Labs, guna meningkatkan pengalaman kreatif di Vibes.

Berikan umpan balik yang kurang baik dari pengguna

Meskipun dipromosikan secara besar-besaran, fitur Vibes justru mendapatkan banyak kritik negatif dari pengguna. Kolom komentar pada unggahan pengumuman Mark Zuckerberg dipenuhi dengan berbagai tanggapan yang tidak menyenangkan. Beberapa komentar yang mencolok antara lain, "gang nobody wants this" (tidak ada yang butuh ini) dan "Bro's posting ai slop on his own app" (dia malah mengunggah sampah AI di aplikasinya sendiri). Selain itu, ada juga yang menulis, "Saya rasa saya mewakili semua orang ketika bilang: Apa....?" Dari sekian banyak komentar tersebut, terlihat jelas bahwa mayoritas pengguna menolak ide Vibes. Mereka tampaknya tidak tertarik dengan versi alternatif dari TikTok atau Reels yang hanya menyajikan konten buatan AI.

Advertisement

Peluncuran fitur Vibes dianggap menimbulkan kebingungan. Hal ini disebabkan oleh fenomena "AI slop," yaitu konten yang dihasilkan oleh AI dengan kualitas rendah, yang kini menjadi masalah serius di berbagai media sosial. Beberapa platform, seperti YouTube, saat ini sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Tindakan yang diambil oleh Meta tampak kontradiktif, terutama jika diingat bahwa di awal tahun ini mereka menegaskan komitmen untuk menindak konten yang tidak orisinal di Facebook. Pada waktu itu, Meta mendorong para kreator untuk menghasilkan konten yang lebih autentik dan memiliki nilai cerita, bukan sekadar video pendek yang mudah dilupakan.

Advertisement

Di sisi lain, peluncuran Vibes ini terjadi di tengah upaya besar Meta untuk memperkuat divisi AI mereka. Terdapat kekhawatiran bahwa Meta mungkin mulai tertinggal dari para pesaingnya, seperti OpenAI dan Google. Akibatnya, mereka terlihat semakin agresif dalam mendorong fitur-fitur berbasis AI. Dalam konteks ini, keputusan untuk meluncurkan Vibes dapat dipandang sebagai langkah yang berisiko, mengingat fokus mereka sebelumnya pada konten yang berkualitas. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang arah dan strategi Meta di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan kualitas konten di platform mereka.

Berita Terbaru
  • Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
  • Haji Ilegal Terbongkar, 13 Orang Dijadikan Tersangka
  • Ribuan CCTV Fasilitas Publik hingga Gedung di Jakarta Bakal Diintegrasikan
  • Misteri Kematian Mahasiswi Unhas di Area Parkir Fakultas Teknik, Sempat Kirim Pesan Suara ke Orang Tua dan Teman
  • Iwakum Desak Negara Pastikan Keselamatan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Zionis Israel
  • berita update
  • konten ai
  • mark zuckerberg
  • meta
  • tiktok
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
A
Reporter Anka Fergy Agustian, Yuslianson
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.