LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Menkominfo singgung interkoneksi: Hampir menjadi sejarah

Menkominfo singgung interkoneksi: Hampir menjadi sejarah. Persoalan rencana penurunan tarif interkoneksi saat ini belum ada kejelasan. Rencana ini boleh dibilang menjadi polemik yang memecah belah suara operator selular menjadi dua kubu.

2017-03-08 11:24:00
Telco
Advertisement

Persoalan rencana penurunan tarif interkoneksi saat ini belum ada kejelasan. Rencana ini boleh dibilang menjadi polemik yang memecah belah suara operator selular menjadi dua kubu. Sejak digulirkannya rencana penurunan biaya interkoneksi pada tahun 2016, persoalan ini langsung mencuat tajam ke permukaan.

Pro dan kontra menghiasi industri ini. Alhasil, hingga saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum menginstruksikan untuk menggunakan tarif baru yang notabene turun kepada operator selular.

Namun dalam video tapping yang diputar dalam acara diskusi bertajuk 'Membedah Penurunan Tarif Interkoneksi Telekomunikasi 2017, Siapa Diuntungkan?', Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara kembali menyingung. Dia mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan pembahasan interkoneksi tak lagi diperdebatkan seperti sekarang ini. Bahkan akan menjadi sejarah.

Advertisement

"Interkoneksi ini bagi saya, hampir menjadi sejarah karena ke depan tidak bicara ini lagi kecuali pelayanan," ujarnya dihadapan tamu undangan pada forum yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Selasa (7/3).

Pernyataannya itu tentu beralasan dengan kondisi saat ini di mana masyarakat lebih gandrung dengan layanan data untuk melakukan aktivitasnya berkomunikasi baik chat ataupun menelpon. Tak jarang saat ini layanan yang berbasis internet mampu untuk melakukan panggilan telepon.

Dalam forum itu dia juga menjelaskan kembali hakikat dari pentingnya interkoneksi. Menurutnya, interkoneksi merupakan kewajiban operator yang harus disediakan untuk pelanggan. Sementara dari sisi korporasi, interkoneksi merupakan business arrangement yang dilakukan antar perusahaan. Maka wajar, jika masing-masing operator memiliki perhitungan sendiri-sendiri.

Advertisement

"Meski demikian, jangan sampai faktor business to business ini menjadi penghalang dilakukannya interkoneksi," jelasnya.

Dia pun menuturkan bahwa sejatinya saat ini industri tak mengandalkan sumber pendapatan dari biaya interkoneksi. Pasalnya, pendapatan dari sumber interkoneksi hanya mampu berkontribusi kurang lebih dua persen dari total pendapatan perusahaan.

Bahkan dalam lima tahun mendatang, kata dia, bisa jadi pembahasan yang pelik ini tak akan lagi dibahas dan menjadi persoalan. Hal ini lantaran kembali lagi soal perubahan dari sisi konsumen dan kemajuan teknologi.

Sebagaimana diketahui, rencana penurunan biaya interkoneksi yang diumumkan oleh Kemkominfo melalui Surat Edarab (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 tanggal 2 Agustus 2016. Pemerintah menetapkan biaya interkoneksi sebesar Rp 204, turun 26 persen dari sebelumnya Rp 250. Namun, nasib SE itu kini belum ada hasilnya.

Baca juga:
Pemerintah berencana mengkaji revisi UU Telekomunikasi
Begini tanggapan Telkomsel soal penundaan tarif baru interkoneksi
Regulasi telekomunikasi harus berpihak kepentingan masyarakat
Kemkominfo tunda selama tiga bulan penerapan tarif baru interkoneksi
Asal transparan, tak perlu takut terapkan biaya interkoneksi
Mastel Institute imbau polemik interkoneksi dihentikan
KPK diminta selidiki dugaan Pungli revisi PP tarif interkoneksi

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.