Kas BlackBerry memprihatinkan, Heins masih optimis
Mampukah BlackBerry bangkit dari keterpurukan?
Beberapa hari lalu BlackBerry melaporkan seluruh keuangan perusahaannya selama kuartal kedua kemarin. Hasilnya? Ya, sudah ditebak, itu merupakan keuangan terburuk perusahaan.
Dikutip dari All Things D (27/9), keuangan BlackBerry memang sudah diprediksi bakal anjlok dan sudah diprediksi sebelumnya. Dari sumber tersebut dikatakan bahwa kas perusahaan yang berbasis di Kanada ini turun 49 persen dari USD 3,1 miliar dolar ke USD 2,6 miliar dolar.
Memang tidak ada yang mengejutkan dengan ruginya BlackBerry di kuartal kedua. Hanya saja, kerugian yang dialami perusahaan itu cukup memprihatinkan. Terlebih lagi perusahaan yang dipimpin Thorsten Heins tersebut sempat merajai pasar smartphone di beberapa negara di dunia.
Meski mengalami kerugian yang membuatnya dalam masa transisi yang sulit, namun Heins masih terlihat optimis. Bahkan pihaknya terus memproduksi beberapa perangkat baru, sebut saja BlackBerry Z30 yang baru dirilis beberapa hari lalu serta BlackBerry Kopi, yang khusus dibuat untuk masyarakat Indonesia.
"Kami memahami perusahaan telah bergerak dengan alur yang banyak dengan ketidakpastian, tapi kami akan tetap menjadi perusahaan yang kuat hanya dengan kas USD 2,6 miliar dolar dan tidak ada utang. Selanjutnya kami akan lebih fokus pada pasar, dan berkomitmen untuk menyelesaikan transisi kita dengan cepat untuk mendirikan perusahaan lebih fokus dan efisien." ujar Thorsten Heins , CEO BlackBerry.
Baca Juga:
Gara-gara BBM, nama BlackBerry dihujat seminggu ini
Haruskah CEO BlackBerry mundur?
Harga gadget yang mahal buat BlackBerry makin merugi
BlackBerry dipastikan kembali sasar korporat dan pebisnis
BlackBerry sudah tak mungkin kejar Samsung dan Apple