BlackBerry dipastikan kembali sasar korporat dan pebisnis
Merdeka.com - Dengan makin meruginya perusahaan, BlackBerry akhirnya sadar bagaimana posisi mereka di persaingan pasar smartphone dunia. Melalui CEO Thorsten Heins, BlackBerry pun menyatakan akan mundur dari persaingan ketat smartphone dunia.
"Kami merasa sangat kecewa dengan hasil operasional dan keuangan kuartal kedua ini dan terpaksa harus mengumumkan berbagai perubahan besar untuk menghadapi pasar yang makin kompetitif ini. Kami akan berfokus pada pasar tertarget, dan kami akan melakukan transisi ini dengan cepat agar perusahaan bisa berjalan fokus dan efisien," kata Thorsten Heins, CEO BlackBerry, seperti dilansir Mashable (27/9).
Dari pernyataan ini, sepertinya BlackBerry memang tidak akan menyasar lagi pengguna yang lebih luas seperti apa yang dilakukan oleh Samsung dan Apple. BlackBerry terlihat ingin kembali menyasar pasar di mana posisi mereka sangat kuat, yaitu menjadi smartphone pilihan para korporat dan pebisnis.
Seperti diketahui, awal kemunculan BlackBerry ada di saat PDA dan gadget sejenis beredar di pasaran. Gadget seperti ini memang dibangun khusus untuk pengguna korporasi dan pebisnis yang perlu lebih dari sekedar ponsel namun tidak harus smartphone.
Maka, PDA dan BlackBerry muncul sebagai solusinya. Dengan perangkat ini, bukan hanya sambungan telepon dan SMS saja yang bisa dilakukan pengguna. Namun mulai dari melakukan rapat virtual lewat BBM, mengakses data perusahaan, hingga membuka email pun bisa dilakukan dengan mudah.
Kekuatan BlackBerry memang terletak pada hal-hal di atas sehingga harga yang mereka tawarkan pun terlihat mahal untuk sekelas smartphone biasa. Namun, harga ini memang dikhususkan untuk mereka yang berduit lebih (korporat dan pebisnis), bukannya pengguna awam seperti anak muda atau pekerja biasa.
Yang kemudian harus ditanyakan, jika memang benar BlackBerry akan kembali menyasar para pebisnis dan korporat, mampukah mereka melakukannya? (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya