Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Haruskah CEO BlackBerry mundur?

Haruskah CEO BlackBerry mundur? Thorsten Heins. © cbc.ca

Merdeka.com - Makin merosotnya kondisi BlackBerry semester pertama ini membuat posisi Heins bagaikan di ujung tanduk. Bagaimana tidak, dirinya yang dulu sangat optimis dengan kondisi perusahaan, kini menyatakan kecewa dengan apa yang terjadi.

"Kami merasa sangat kecewa dengan hasil operasional dan keuangan kuartal kedua ini dan terpaksa harus mengumumkan berbagai perubahan besar untuk menghadapi pasar yang makin kompetitif ini," kata Thorsten Heins, CEO BlackBerry, sesaat setelah diluncurkannya laporan keuangan BlackBerry kuartal kedua ini seperti yang dilansir Mashable (27/9).

Memang, selama ini, CEO BlackBerry-lah sosok yang paling optimis dengan kondisi perusahaan. saat perusahaan mencatat kerugian pada kuartal pertama lalu, Heins menyatakan semuanya harus bersabar.

"Ini pengalaman baru (dengan BB10), jadi perlu waktu (untuk menyesuaikan), (kami memang) perlu beberapa investasi," sebut Heins kala itu.

Dengan kondisi seperti ini, Heins bisa dibilang gagal dalam memperbaiki kondisi BlackBerry. Alih-alih menyusul Samsung dan Apple, memperbaiki kondisi keuangan BlackBerry pun gagal dilakukan oleh Heins.

Seperti dilansir oleh Mashable (27/9), kerugian besar ini diakibatkan karena perusahaan hanya mendapatkan penghasilan sebesar USD 1,6 juta saja. Hal ini sendiri merupakan dampak dari tak lakunya perangkat Z10 di pasaran sehingga biaya produksi dan pemasaran sebesar USD 934 juta yang dikeluarkan BlackBerry menjadi sia-sia.

Akibat hal ini sendiri, BlackBerry terpaksa mundur dari perebutan pangsa pasar smartphone dunia. "Kami akan berfokus pada pasar tertarget, dan kami akan melakukan transisi ini dengan cepat agar perusahaan bisa berjalan fokus dan efisien," sambungnya. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP