Instagram Perketat Konten Diet dan Kesehatan Mental, Ini Alasannya
Meta telah mulai membatasi jenis konten yang dapat diakses oleh pengguna remaja di Instagram, termasuk konten yang berkaitan dengan diet dan kecemasan.
Meta, raksasa teknologi, mulai menerapkan batasan pada jenis konten yang dapat diakses oleh pengguna remaja di Instagram. Khususnya, mereka membatasi konten yang dianggap dapat memberikan dampak negatif jika dilihat secara berulang.
Langkah eksperimen ini bertujuan untuk menghindari remaja terjebak dalam paparan berulang mengenai konten yang berkaitan dengan anxiety, angkat beban, dan pola makan.
Kebijakan baru ini merupakan pengembangan dari langkah ketat yang telah diambil oleh Meta tahun lalu, yang sebelumnya telah memblokir konten "sensual" serta istilah pencarian yang berkaitan dengan alkohol dan kekerasan. Hal ini sebagaimana dikutip dari Engadget pada Kamis (4/6/2026).
Pada saat itu, Meta menyamakan akun remaja di platformnya dengan film kategori PG-13 yang memerlukan bimbingan orang tua. Namun, analogi tersebut langsung ditolak oleh Motion Picture Association (MPA).
Dengan pembaruan terbaru ini, Meta lebih fokus pada penyaringan unggahan yang meskipun tidak melanggar aturan komunitas, dapat berpotensi merusak kesehatan mental jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Langkah ini menunjukkan komitmen Meta dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna remaja dan mengurangi risiko dampak negatif dari konten yang mereka konsumsi.
Tujuan Meta
Meta telah mengumumkan bahwa konten yang berkaitan dengan citra tubuh, seperti diet ketat dan olahraga berat, serta isu kesehatan mental, termasuk "cara mengatasi kecemasan," akan mengalami pembatasan dalam frekuensinya.
"Tujuannya adalah agar topik-topik ini tetap seimbang dengan jenis konten lainnya, bukan ditampilkan secara berulang-ulang," tulis pernyataan resmi Meta.
Pembatasan ini akan diterapkan secara otomatis pada fitur rekomendasi beranda (feed), halaman Explore, dan Reels yang dimiliki oleh pengguna remaja.
Keputusan ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan seimbang bagi pengguna, terutama di kalangan remaja yang mungkin lebih rentan terhadap dampak negatif dari konten tersebut.
Dengan adanya pembatasan ini, diharapkan para pengguna dapat menemukan beragam konten yang lebih positif dan mendidik, serta mengurangi tekanan yang mungkin timbul akibat eksposur berlebihan terhadap tema-tema yang sensitif.
Instagram Kerap Dijadikan Kambing Hitam
Instagram sering kali dianggap sebagai penyebab pengguna muda terjerumus ke dalam "lubang kelinci" algoritma.
Sistem rekomendasi yang diterapkan dinilai terus menerus menyajikan konten serupa kepada remaja, yang pada akhirnya dapat mengikis rasa percaya diri dan kesehatan mental mereka.
Isu ini bahkan telah memasuki ranah hukum, di mana dalam persidangan kasus kecanduan media sosial di Los Angeles, juri memutuskan bahwa Meta bersalah.
Selain itu, Meta juga mengumumkan rencana untuk memperluas pengaturan konten yang ketat ini ke platform lain yang mereka miliki, seperti Facebook dan Messenger.
Fitur perlindungan baru yang direncanakan ini akan diluncurkan secara global untuk akun remaja dalam beberapa bulan mendatang.
Dengan langkah ini, diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna muda di berbagai platform yang dikelola oleh Meta.
Hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menangani masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental dan dampak negatif dari konten yang tidak sesuai.
Dengan demikian, pengguna diharapkan dapat lebih terlindungi dari pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh algoritma yang ada.