Berubah Total, Ini Tampilan Baru WhatsApp dan Bocoran Fitur Premium Terbarunya
WhatsApp baru saja meluncurkan pembaruan yang membawa desain gelembung obrolan yang lebih bulat.
WhatsApp kembali melakukan pembaruan pada tampilan antarmuka aplikasinya. Dalam versi terbaru, aplikasi pesan yang dimiliki oleh Meta ini memperkenalkan desain gelembung chat yang lebih membulat saat pengguna saling berkirim pesan.
Dikutip dari 9to5google, pada Jumat (13/3/2026), perubahan ini pertama kali terdeteksi oleh WABetaInfo dalam pembaruan WhatsApp versi 2.2.6.10.2 untuk Android.
Melalui update tersebut, WhatsApp mulai meninggalkan desain gelembung pesan lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Kini, tampilan chat dibuat lebih halus dengan sudut yang lebih membulat, memberikan kesan yang lebih modern.
Selain perubahan desain, WhatsApp juga menghilangkan bagian ekor pada gelembung pesan. Desain baru ini membuat pesan terlihat lebih rapi karena sejajar dengan sisi layar.
Di sisi lain, Meta juga sedang mempersiapkan layanan baru bernama WhatsApp Premium. Layanan ini diperkirakan akan menawarkan sejumlah fitur tambahan bagi pengguna yang berlangganan.
Beberapa fitur yang sedang diuji mencakup kemampuan untuk mengkustom ikon aplikasi, tema eksklusif, nada dering khusus, serta kemampuan untuk menandai lebih banyak obrolan dibandingkan batas yang ada pada versi gratis.
Bagi pengguna WhatsApp beta, kemungkinan akan muncul banner atau stiker di bagian atas menu Pengaturan. Banner tersebut berisi opsi untuk mendaftar ke daftar tunggu layanan Premium.
Pendaftaran bersifat opsional, dan pengguna yang tertarik dapat bergabung dalam daftar tunggu untuk mendapatkan akses lebih awal ketika layanan ini resmi diluncurkan.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai kapan fitur tersebut akan dirilis. Namun, bagi pengguna yang berminat, mereka akan memiliki opsi untuk mendaftar ke daftar tunggu tersebut.
Setelah bertahun-tahun mencari cara untuk memonetisasi WhatsApp, langkah ini dianggap sebagai peluang bagi Meta untuk mulai meraih keuntungan dari miliaran pengguna aktif harian di platform tersebut.
Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa pendekatan ini terasa kurang tepat, terutama jika pengguna diharuskan membayar hanya untuk mendapatkan perubahan tampilan yang sederhana, seperti gelembung obrolan yang lebih membulat saat menggunakan WhatsApp di perangkat mobile.
Bakal Luncurkan Layanan Premium, Apa Saja Fiturnya?
WhatsApp dilaporkan akan mengikuti jejak layanan digital lainnya dengan beralih ke model berlangganan.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aplikasi, mulai dari penyimpanan cloud hingga aplikasi pencatatan, yang sebelumnya gratis kini menawarkan fitur tambahan melalui paket langganan bulanan.
Menurut laporan dari WABetaInfo, yang dikutip pada Sabtu (7/3/2026), WhatsApp sedang mengembangkan paket langganan premium baru yang dikenal dengan nama "WhatsApp Plus."
Dengan layanan berbayar ini, pengguna diperkirakan akan mendapatkan berbagai fitur tambahan, termasuk 14 pilihan ikon aplikasi baru serta variasi warna aksen dan tema untuk menyesuaikan tampilan aplikasi.
Selain memberikan opsi penyesuaian tampilan, WhatsApp Plus juga akan memungkinkan pengguna untuk menyematkan hingga 20 obrolan sekaligus, yang merupakan peningkatan signifikan dari batas saat ini yang hanya memperbolehkan tiga percakapan.
Meskipun terlihat sederhana, fitur ini dianggap dapat membantu pengguna aktif WhatsApp dalam mengelola percakapan penting agar tetap mudah diakses dari kotak masuk.
Pelanggan WhatsApp Plus berpotensi mendapatkan akses ke berbagai fitur tambahan lainnya, seperti stiker eksklusif, pilihan nada dering khusus, dan reaksi pesan yang lebih interaktif.
Ke depannya, WhatsApp juga disebut-sebut masih bisa memperluas deretan fitur premium untuk memberikan nilai lebih bagi pengguna yang memilih paket langganan ini.
Diprediksi Bakal Sedot Peminat
Di sisi lain, Meta telah lama mengandalkan iklan sebagai salah satu sumber pendapatan dari pengguna WhatsApp yang sangat besar.
Kehadiran paket langganan berbayar dapat menarik perhatian banyak pengguna, terutama jika perusahaan mampu menghadirkan fitur-fitur yang benar-benar bermanfaat bagi mereka.
Berbeda dengan Facebook dan Instagram, Meta hingga saat ini belum sepenuhnya berhasil memaksimalkan pendapatan dari WhatsApp.
Hal ini terjadi karena aplikasi tersebut lebih fokus pada komunikasi pribadi, sehingga membatasi kemampuan perusahaan untuk menampilkan iklan.