LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SPORT
  2. RAKET

Gregoria Mariska Tunjung Tunda Bulan Madu Demi Persiapkan Diri di Ajang All England 2025

Gregoria Mariska Tunjung menangguhkan bulan madu demi mempersiapkan diri secara maksimal untuk turnamen All England.

Kamis, 27 Feb 2025 16:48:57
gregoria mariska tunjung
Aksi tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada perempat final Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi) (© 2025 Bola.com)
Advertisement

Gregoria Mariska Tunjung dan Mikha Angelo baru saja mengikat janji suci pada 21 Februari 2025 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Setelah resmi menikah, Gregoria, yang sebelumnya meraih medali perunggu di Olimpiade 2024, memilih untuk menunda bulan madu demi mempersiapkan diri menghadapi turnamen prestisius All England 2025.

Keputusan untuk menunda bulan madu ini diambil oleh Gregoria karena ia ingin fokus dalam persiapan turnamen All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, pada 11-16 Maret 2025. Dalam pernyataannya mengenai bulan madu, Gregoria menjelaskan bahwa ia dan Mikha telah mencapai kesepakatan terkait hal tersebut. Ia merasa bersyukur karena Mikha memahami betul situasinya sebagai seorang atlet nasional.

"Mikha sangat mengerti aku. Sejak awal kami sudah bilang, kondisi-kondisi aku sebagai atlet nasional bagaimana. Ada pertandingan-pertandingan yang harus aku ikuti yang jadwalnya mungkin harus mengorbankan agenda-agenda pribadi," ungkap Gregoria, peraih medali perunggu tunggal putri di Olimpiade Paris 2024, saat diwawancarai di Jakarta pada 27 Februari 2024, melalui rilis dari PBSI.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menambahkan, "Persiapan Grego ke All England berjalan normal, sesuai komitmen yang sudah disampaikan ke pelatih."

Advertisement

Perhatian Tertuju pada Jonatan Cristie dan Pasangan Fajar/Rian

Aksi tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada perempat final Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi) © 2025 Bola.com

Eng Hian mengungkapkan bahwa sebagian hasil tes fisik para atlet yang akan berkompetisi di All England telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk sebagian kecil yang belum memenuhi syarat, mereka akan segera diatasi melalui program khusus yang telah disusun oleh pelatih fisik dan tim pendukung.

Perhatian publik tentu saja tertuju pada Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, mengingat mereka adalah juara tahun lalu. Terlebih lagi, Fajar dan Rian telah berhasil mempertahankan gelar juara di turnamen bulutangkis tertua ini selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun lalu, juga terjadi final seluruh Indonesia di sektor tunggal putra antara Jojo dan Anthony Sinisuka Ginting.

Advertisement

"Tidak hanya kepada Jojo dan Fajar/Rian, kami berharap semua elite players Indonesia dapat menunjukkan kualitas permainan dan prestasi tertinggi. Di sektor putri, selain Grego kami berharap Putri Kusuma Wardani bisa mencapai prestasi yang optimal," ujar Eng Hian. Dengan harapan tersebut, diharapkan para atlet dapat memberikan penampilan terbaik mereka di ajang bergengsi ini.

Sejarah Turnamen All England

Aksi tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada perempat final Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi) © 2025 Bola.com

All England merupakan sebuah turnamen bulu tangkis yang telah berusia 126 tahun. Pertama kali diadakan pada tahun 1899, turnamen ini sempat mengalami dua kali penghentian akibat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sejak tahun 2018, turnamen yang dikenal dengan nama lengkap All England Open Badminton Championships ini telah ditetapkan sebagai Super 1000 dalam sistem BWF, bersama dengan China Open, Malaysia Open, dan Indonesia Open. Pada tahun 1994, lokasi penyelenggaraan turnamen berpindah dari London ke Birmingham.

Advertisement

Atlet Indonesia yang pertama kali meraih gelar juara All England adalah Tan Joe Hok, yang sukses di sektor tunggal putra pada tahun 1959. Rekor juara terbanyak dari Indonesia dalam turnamen ini dipegang oleh Rudy Hartono, yang berhasil memenangkan gelar tunggal putra sebanyak delapan kali, dengan tujuh di antaranya diraih secara berturut-turut. Ia meraih gelar juara pada tahun 1968 hingga 1974 dan sekali lagi pada tahun 1976. Selanjutnya, pasangan ganda putra Indonesia Tjun Tjun/Johan Wahjudi juga mencatatkan prestasi gemilang dengan mengangkat piala sebanyak enam kali, yaitu pada tahun 1974-1975 dan 1977-1980.

Berita Terbaru
  • Hizbullah Kirim Serangan Balasan ke Israel, Target Pasukan Zionis dan Iron Dome
  • Ini Alasan Internet Putus di Sitaro, Ada Proses Restorasi Palapa Ring Tengah
  • Lace Kembali Jadi Tren Fashion Anak Muda, Ini Tips Mix and Match Stylish ala Gen Z di Shopee
  • Grebeg Besar Keraton Surakarta Digelar Meriah, 2 Gunungan Jadi Rebutan Warga
  • RUPST MPMX Putuskan Sebar Dividen Rp451 Miliar
  • all england
  • berita update
  • gregoria mariska tunjung
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dian Rosadi
Y
Reporter Yus Mei Sawitri
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.