LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Cacar Monyet Usai Santri di Meranti Meninggal Diduga Terinfeksi

Pelajari gejala cacar monyet pada anak dan cara mengatasi penyakit ini untuk mencegah komplikasi.

Selasa, 23 Sep 2025 14:02:00
cacar monyet
Seorang santri di Kepulauan Meranti meninggal dunia setelah diduga terinfeksi cacar monyet. Kenali gejala dan langkah antisipasi penyebaran virus ini. (Merdeka.com)
Advertisement

Satu dari empat santri di salah satu pesantren di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau diduga terinfeksi cacar monyet (monkeypox/Mpox) dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal pada Jumat (19/9) usai menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Meranti.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan, santri itu merupakan satu dari dua pasien dengan gejala serupa cacar monyet, sedangkan dua lainnya masih dalam pemantauan dan berstatus suspek.

"Gejala yang muncul memang mengarah ke 'monkeypox' seperti ruam di kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Tapi untuk kepastian, kami masih menunggu hasil laboratorium dari Pekanbaru,” kata Ade di Selatpanjang, Minggu (22/9) sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (23/9).

Ade menambahkan, satu pasien lainnya dalam kondisi berangsur membaik dan sejak Kamis (18/9), pihak Dinkes Kepulauan Meranti telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran kontak erat. Hasil sementara menunjukkan tidak ada penambahan kasus baru.

Advertisement

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Asmar mengaku telah menerima laporan dari salah satu pesantren terkait adanya empat santri mereka yang diduga terinfeksi cacar monyet. Dia pun sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan pihak rumah sakit.

"Ternyata memang benar ada satu pasien meninggal, satu lagi dirawat, dan dua lainnya sudah dipulangkan,” ujar Asmar.

Advertisement

Gejala cacar monyet pada anak dapat lebih parah dibandingkan orang dewasa, dengan risiko kematian mencapai 1-10% pada anak dengan gangguan kekebalan tubuh. Meskipun tergolong langka, penyakit ini telah menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Gejala cacar monyet umumnya muncul 5-21 hari setelah terpapar virus. Gejala awal yang sering terlihat meliputi demam tinggi, kelelahan, dan nyeri otot. Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda ini agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat.

Berikut cara mengetahui gejala cacar monyet pada anak dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya sebagaimana dirangkum merdeka.com dari pelbagai sumber pada Selasa (23/9):

Gejala Cacar Monyet pada Anak

Gejala cacar monyet pada anak umumnya dimulai dengan gejala awal yang mirip dengan flu. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

  1. Demam tinggi
  2. Kelelahan atau lemas
  3. Menggigil
  4. Rewel
  5. Sakit kepala dan nyeri otot
  6. Nyeri punggung
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, kaki, dan selangkangan

Setelah 1-3 hari, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini dapat berupa benjolan berisi air atau nanah yang menyebar di seluruh tubuh.

Cara Mengatasi Cacar Monyet pada Anak

Pengobatan cacar monyet pada anak berfokus pada penanganan gejala. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

Advertisement
  1. Obat-obatan: Pemberian obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan gejala. Obat antivirus seperti Tecovirimat dapat digunakan untuk kasus parah.
  2. Perawatan di rumah: Isolasi mandiri untuk mencegah penularan, menjaga kebersihan, dan memastikan anak cukup istirahat.
  3. Pencegahan: Menghindari kontak dengan hewan terinfeksi dan mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan diri.

Dengan penanganan yang tepat, cacar monyet dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2-4 minggu. Namun, perhatian ekstra diperlukan untuk anak-anak agar terhindar dari komplikasi.

Berita Terbaru
  • BP BUMN dan Danantara Kebut Restrukturisasi BUMN Karya
  • Program Bedah Rumah di Papua akan Dimulai 27 April 2026
  • Pramono Bolehkan Taman dan Halte Pakai Nama Brand, Asal Bukan Parpol
  • Jadi Penggerak Ekonomi Regional, BPD Harus Lakukan Transformasi Secara Fundamental
  • Kemenpora Masuk 10 Besar Kementerian Terpopuler, Cerminkan Kepercayaan Publik
  • berita paham
  • cacar monyet
  • gejala cacar monyet
  • gejala cacar monyet pada anak
  • konten nais
  • nais
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
M
Reporter Muhamad Agil Aliansyah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.