LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Kasus Gagal Ginjal Melonjak 5 Tahun Terakhir, Biaya BPJS Kesehatan Naik 476 Persen

Pada tahun 2019, biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk pengobatan gagal ginjal mencapai sekitar Rp 2 triliun.

Rabu, 22 Apr 2026 14:01:50
bpjs
Glomerulonephritis, Penyebab Gagal Ginjal yang Tak Pandang Usia. Foto dibuat oleh AI. (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam pembiayaan penyakit ginjal kronik stadium akhir atau gagal ginjal. Menurut data dari BPJS Kesehatan, pembiayaan untuk gagal ginjal pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 2,32 triliun, sedangkan pada tahun 2025, angka tersebut melonjak menjadi Rp 13,38 triliun.

"Ginjal, (pembiayaannya) naik sampai 476 persen dalam lima tahun terakhir," ungkap Budi dalam rapat kerja dengan DPR pada Senin, 20 April 2026.

Untuk mengurangi jumlah kasus gagal ginjal, pemerintah telah menerapkan kebijakan nutri-level pada produk pangan dan minuman kemasan. Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih mudah mengenali makanan dan minuman yang lebih sehat, termasuk yang memiliki kadar gula yang lebih rendah.

"Itu sebabnya kita mengeluarkan nutri level. Karena ginjal itu penyebab utamanya gula," jelas Budi.

Advertisement

"Kita mau tekan gula ini supaya jangan orang Indonesia gagal ginjal (sampai menghabiskan Rp 13 triliun sendiri BPJS hanya untuk bayar beban gagal ginjal)," tambahnya.

Dalam pembiayaan BPJS Kesehatan pada tahun 2025, gagal ginjal menduduki peringkat kedua dalam jumlah pembiayaan tertinggi. Penanganan jantung menjadi yang paling tinggi dengan biaya mencapai Rp 17,3 triliun, sedangkan kanker berada di bawah gagal ginjal dengan pembiayaan sebesar Rp 10,3 triliun.

Advertisement

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (26/5). (Foto: tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

Biaya Perawatan Ginjal per Orang Lebih Mahal

Meskipun pembiayaan untuk penyakit gagal ginjal menempati urutan kedua, jumlah pasien yang mengalami kondisi ini hanya sekitar 640 ribu jiwa. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasien penyakit jantung yang mencapai 3 juta jiwa.

Dengan demikian, pembiayaan sebesar Rp13 triliun ini digunakan oleh sekitar 600 ribu pasien gagal ginjal, sedangkan biaya sebesar Rp17 triliun untuk penyakit jantung diakses oleh tiga juta jiwa.

"Jadi, walaupun memang secara nominal damage-nya lebih besar jantung, tapi secara pembiayaan per orang ini sebenarnya di ginjal banyak sekali pembiayaannya," ujar Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, drg. Tiffany Monica, dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026 beberapa waktu lalu, seperti yang dilansir oleh Antara.

Tiffany menambahkan bahwa pembiayaan untuk penyakit ginjal cukup signifikan karena terapi yang diperlukan sangat beragam dan bersifat berkelanjutan. Sebagai contoh, prosedur hemodialisis atau cuci darah harus dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu, dan transplantasi ginjal juga memerlukan obat-obatan mahal setiap bulannya.

Oleh karena itu, meskipun jumlah pasien gagal ginjal lebih sedikit, biaya perawatan mereka tetap sangat tinggi dan memerlukan perhatian lebih dari pihak penyedia layanan kesehatan.

Kasus Gagal Ginjal Paling Umum pada Rentang Usia 50 hingga 60 tahun

BPJS Kesehatan mencatat bahwa pada tahun 2025, kasus gagal ginjal di Indonesia paling banyak terjadi pada pasien pria, khususnya di antara mereka yang berusia 50 hingga 60 tahun. Namun, Tiffany menekankan adanya temuan yang mengejutkan terkait munculnya kasus gagal ginjal pada kelompok usia yang seharusnya produktif. Data klaim menunjukkan bahwa ada pasien yang berusia belasan hingga 20-an tahun yang sudah mengalami masalah ginjal.

“Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal. Walaupun mungkin kita belum tahu ya stage berapa, tapi secara besar memang dari stage 3, 4, 5 ini juga masuk di sini,” tuturnya.

Advertisement

Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengincar generasi muda, yang seharusnya berada dalam kondisi fisik yang optimal.

Berita Terbaru
  • Gapero Soroti Dampak Kebijakan Larangan Bahan Tambahan Rokok Terhadap IHT Nasional
  • Harga Emas Pegadaian Kompak Naik Pagi Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Melonjak
  • Konser Badai Pasti Berlalu: Nostalgia Karya Erros Djarot Pukau Balai Sarbini
  • Ekonomi Sepekan: Kenaikan Harga LPG, Jaminan Pangan Haji, hingga Proyek Kereta Api Kalimantan
  • Duet Vina Ardhito Pukau Konser Badai Pasti Berlalu, Rayakan 52 Tahun Karya Erros Djarot
  • berita update
  • bpjs
  • gagal ginjal
  • kesehatan
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
B
Reporter Benedikta Desideria
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.