LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Jangan Anggap Remeh! Campak Bisa Berdampak Fatal bagi Kesehatan

Campak lebih dari sekadar gejala ruam dan demam. Penting untuk memahami risiko komplikasi, gejala yang muncul, serta langkah-langkah pencegahan.

Sabtu, 28 Mar 2026 13:13:00
campak
Petugas Puskesmas memberikan imunisasi campak kepada siswa kelas I saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Serua 3, Ciputat, Tangsel, Selasa (1/9/2020). Kegiatan itu untuk (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Campak adalah penyakit yang sering dianggap sepele karena gejalanya seperti ruam merah dan demam yang akan sembuh dalam waktu singkat.

Namun, di balik tampilan tersebut, campak merupakan infeksi akut yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Menurut laman keslan.kemkes.go.id, penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dan termasuk dalam kategori penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi (PD3I).

Meskipun lebih umum terjadi pada anak-anak, campak juga dapat menimpa remaja dan orang dewasa, terutama mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang memadai.

Advertisement

Penularan Campak Sangat Cepat dan Mudah

Campak dikenal sebagai penyakit yang memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Penyebarannya dapat terjadi dari satu orang ke orang lain melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.

Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui udara (airborne) dan mampu bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Dengan demikian, seseorang dapat terinfeksi hanya dengan berada dekat penderita atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung atau mulut.

Advertisement

Oleh karena itu, dalam lingkungan yang padat seperti rumah atau sekolah, penularan campak dapat berlangsung dengan sangat cepat, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.

Gejala Campak Tak Hanya Ruam dan Demam

Sering kali, orang mengira bahwa campak hanya ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit. Nyatanya, gejala campak jauh lebih kompleks dan dapat berkembang secara bertahap. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:

  1. Demam tinggi
  2. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  3. Batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan
  4. Tubuh lemas dan mudah lelah
  5. Bercak merah (rash) pada kulit
  6. Penurunan nafsu makan
  7. Diare atau muntah
  8. Bercak putih keabu-abuan di dalam mulut

Risiko Komplikasi yang Berbahaya

Campak bukanlah penyakit yang bisa dianggap ringan. Dalam beberapa kasus, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah, campak dapat memicu berbagai komplikasi serius. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Pneumonia (radang paru)
  2. Ensefalitis (radang otak)
  3. Infeksi telinga
  4. Diare berat hingga dehidrasi
  5. Kebutaan
  6. Gizi buruk

Komplikasi inilah yang menjadi penyebab utama kematian akibat campak. Risiko komplikasi akan semakin tinggi pada bayi, anak-anak yang tidak diimunisasi, serta individu yang kekurangan vitamin A.

Siapa yang Paling Berisiko?

Beberapa kelompok yang berisiko tinggi terhadap infeksi campak adalah:

  1. Bayi di atas usia 1 tahun yang belum diimunisasi
  2. Anak-anak yang tinggal di lingkungan padat
  3. Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif
  4. Orang-orang yang bepergian ke wilayah dengan kasus campak tinggi
  5. Individu dengan kekurangan vitamin A

Selain itu, remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi lengkap juga tetap berisiko terinfeksi.

Imunisasi dan pencegahan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat

Petugas Puskesmas memberikan imunisasi campak kepada siswa kelas I saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Serua 3, Ciputat, Tangsel, Selasa (1/9/2020). Kegiatan itu untuk © 2026 Liputan6.com

Kabar baiknya, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Kekebalan terhadap campak dapat diperoleh melalui vaksinasi, infeksi sebelumnya, atau antibodi yang ditransfer dari ibu kepada bayi, yang biasanya bertahan hingga usia tertentu.

Selain melakukan imunisasi, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala campak, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menghindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Jangan Anggap Remeh Campak

Campak adalah penyakit yang terlihat sederhana, namun dapat menimbulkan bahaya besar jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi, imunisasi, dan kewaspadaan adalah kunci utama untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit ini.

Dengan memahami gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak lagi menganggap campak sebagai penyakit yang ringan.

Advertisement

Kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan banyak nyawa, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap komplikasi serius akibat campak.

Berita Terbaru
  • Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Akan Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Siap Kembali Dibuka
  • Reog Ponorogo di Panggung Zaman: Regenerasi dan Ekonomi Budaya yang Berkelanjutan
  • Penyaluran FLPP Rumah Subsidi BP Tapera Capai 77 Ribu Unit, Minat Generasi Muda Tinggi
  • Ismu/Lingling Raih Gelar Juara ITTF World Masters 2026, Kibarkan Merah Putih di Korea Selatan
  • IABEE PII Raih Pengakuan Internasional Bergengsi di IEAM 2026, Perkuat Mutu Pendidikan Teknik Indonesia
  • berita paham
  • campak
  • sehat
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
A
Reporter Aditya Eka Prawira
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.