LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Versi Bawaslu, Kaltim masuk daerah rawan konflik di Pemilu 2019

Tingkat kerawanan setelah Polri dan TNI mengikuti Rakornas belum lama ini. TNI sendiri memastikan 2/3 pasukannya, atau sekitar 3.760 personel, membantu Polda Kalimantan Timur, untuk mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

2018-09-17 20:04:00
Pemilu 2019
Advertisement

Provinsi Kalimantan Timur masuk daerah rawan konflik pada Pemilu 2019 mendatang. Ada beberapa poin yang menjadi tolok ukur kategori sangat rawan itu.

"Kalau kita, menentukan rawan iya. Kalau Bawaslu, menentukan sangat rawan," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Priyo Widyanto, ditemui merdeka.com.

Hal itu dia sampaikan di sela Rapat Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur, di Samarinda Convention Hall, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (17/9).

Advertisement

Priyo menerangkan, Mabes Polri saat ini sedang mengkomunikasikan item-item rumusan, sehingga memunculkan perbedaan tingkat kerawanan saat Pemilu 2019 mendatang. "Kalau rawan konflik kan pasti dong. Peserta pemilu banyak, peserta anggota legislatif banyak. Pasti rawan kepentingan," ujar Priyo.

"Mabes Polri sedang menyamakan persepsi. Yang jelas, yang menentukan sangat rawan itu Bawaslu. Bukan kita," tambah Priyo.

Tingkat kerawanan setelah Priyo bersama dengan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI, Subiyanto, mengikuti Rakornas, belum lama ini. TNI sendiri, memastikan 2/3 pasukannya, atau sekitar 3.760 personel, membantu Polda Kalimantan Timur, untuk mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Advertisement

"Itu pun kalau masih minta, saya tetap siapkan," kata Subiyanto, dalam kesempatan yang sama.

Subiyanto sendiri, mengaku belum tahu persis tolok ukur Bawaslu menjadikan Kaltim daerah paling rawan. "Ya (menentukan itu) Bawaslu, memang dikategorikan sangat rawan. Saya tidak tahu tolok ukurnya apa. Yang lalu, juga begitu. Waktu Pilkada (Kaltim) dikatakan rawan, tapi kenyataannya seperti itu."

"Makanya saya tadi mengimbau, mari kita gugurkan pernyataan Bawaslu, kalau kita itu (sangat) rawan. Saya sampaikan ke Babinsa, ke kepala deda. Sekarang sedang diploting daerah-daerah rawan. Tentu, kita tidak hendaki tindakan represif. Lebih baik, preemtif," kata Subiyanto.

Baca juga:
Fokus maju caleg, Johan Budi mengundurkan diri jadi jubir Jokowi-Ma'ruf Amin
MA bolehkan eks koruptor Nyaleg, KPK bilang 'kita harus patuhi'
Kemendagri akui lima kabupaten belum masuk DPT Pemilu dari KPU
Kemendagri blokir 6 juta data yang belum e-KTP sampai akhir tahun 2018
Kapolri tegaskan tak ada toleransi terhadap kampanye hitam
Januari-April 2019 ada 5 juta pemilih baru, KPU diminta izinkan penggunaan suket
Ada pakta integritas, PAN nilai tak mungkin ada Caleg eks napi korupsi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.