Tahukah Anda? Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan Ada di Tangan Perempuan: MPR Dorong Pemberdayaan Perempuan Pertanian
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan **pemberdayaan perempuan pertanian** krusial untuk ketahanan pangan. Bagaimana peran mereka bisa mengubah masa depan pangan Indonesia?
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti pentingnya peran perempuan dalam sektor pertanian sebagai pilar utama mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan keterampilan perempuan di bidang pertanian merupakan langkah strategis yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan ketahanan pangan yang akan dihadapi bangsa di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Lestari Moerdijat, atau akrab disapa Rerie, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Ramah Lingkungan. Acara ini diikuti oleh 48 perempuan dari Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara, serta diselenggarakan di Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan lembaga pemberdayaan masyarakat Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).
Inisiasi pelatihan pertanian bagi masyarakat, termasuk di Demak, Kudus, dan Jepara, telah dilakukan Lestari Moerdijat bersama IBEKA sejak tahun 2021. Hingga saat ini, upaya tersebut telah berhasil memberikan pelatihan kepada sekitar 600 orang dari berbagai kabupaten di Indonesia. Mereka semua mendapatkan bekal pengetahuan mengenai penerapan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Peran Strategis Perempuan dalam Ketahanan Pangan
Lestari Moerdijat menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pertanian ramah lingkungan merupakan langkah strategis untuk mencapai pertanian berkelanjutan. Perempuan, sejak dahulu kala, telah ditempatkan sebagai penjaga kearifan lokal yang penting. Mereka memiliki peran fundamental dalam menanamkan nilai-nilai penting.
Nilai-nilai tersebut mencakup cara melestarikan lingkungan dan praktik hidup sehat, yang biasanya diajarkan oleh perempuan kepada anak-anaknya sejak kecil. Peran ini menjadikan perempuan sebagai agen perubahan yang efektif dalam mendorong praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Melalui pelatihan yang diberikan, diharapkan pemberdayaan keluarga dapat terwujud secara nyata. Keluarga yang sejahtera dan memiliki kemampuan bertani secara ramah lingkungan akan menjadi fondasi kuat. Ini akan mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memperkokoh kemandirian bangsa di masa mendatang.
Dampak Nyata Pelatihan Pertanian Ramah Lingkungan
Kerja sama Lestari Moerdijat dengan IBEKA telah menunjukkan hasil yang konkret di berbagai daerah. Salah satu contoh keberhasilan datang dari alumni IBEKA di Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah, yang kini mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. Produksi pupuk ini tidak hanya untuk kebutuhan pertanian mereka sendiri, tetapi juga dikembangkan secara komersial.
Para alumni dari Luwu tersebut kini tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga penggerak pertanian berkelanjutan di daerahnya. Mereka menjadi contoh nyata bagaimana pelatihan yang terstruktur dapat menciptakan kemandirian ekonomi. Selain itu, mereka juga berperan dalam penyebarluasan praktik pertanian yang lebih baik.
Program pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya kelompok-kelompok seperti di Luwu, potensi daerah untuk mencapai swasembada pangan semakin terbuka lebar. Ini sejalan dengan visi Lestari Moerdijat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews