Tahukah Anda? DPD RI Canangkan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan di NTT, Fokus Jagung untuk Swasembada
DPD RI meluncurkan program Senator Peduli Ketahanan Pangan di NTT, berfokus pada jagung untuk mendukung Asta Cita Presiden. Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) secara resmi mencanangkan program nasional Senator Peduli Ketahanan Pangan. Program ini diluncurkan di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu lalu. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan DPD RI terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam bidang ekonomi kerakyatan serta ketahanan pangan.
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, dalam sambutannya di Kupang, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada komoditas jagung. Jagung dipilih sebagai komoditas unggulan daerah NTT yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kehadiran DPD RI di wilayah tersebut bertujuan untuk memperkuat program pemerintah daerah dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.
Pencanangan program Senator Peduli Ketahanan Pangan ini ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis. Acara tersebut dihadiri oleh GKR Hemas, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, serta tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membuka lapangan kerja baru.
Fokus dan Tujuan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan
Program Senator Peduli Ketahanan Pangan yang dicanangkan DPD RI memiliki fokus utama pada pengembangan komoditas jagung di NTT. Pemilihan jagung didasari oleh statusnya sebagai komoditas unggulan yang sangat relevan dengan kondisi geografis dan potensi pertanian di wilayah tersebut. Tujuan utama program ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
GKR Hemas menegaskan bahwa DPD RI berperan sebagai perpanjangan tangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. "Karena kami ini perpanjangan tangan dari masyarakat. Jadi semua aspirasi itu akan kami sampaikan kepada pemerintah. Kita pastikan kepentingan rakyat harus berjalan dengan baik," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen DPD RI untuk memastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan petani lokal menjadi prioritas dalam pelaksanaan program.
Melalui program ini, DPD RI berupaya menciptakan sinergi antara pemerintah daerah, petani lokal, dan mitra strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan memperkuat kemandirian pangan di Provinsi NTT.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Swasembada
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik dan mengapresiasi langkah DPD RI yang menjadikan NTT sebagai lokasi pencanangan program nasional ini. Menurutnya, isu ketahanan pangan sangat relevan dan mendesak saat ini. Penanaman jagung secara simbolis menjadi representasi dari semangat kebangkitan swasembada pangan di NTT, yang diharapkan dapat dicapai dalam waktu dekat.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu juga memberikan imbauan penting kepada para petani jagung. Ia mengingatkan agar petani tidak lagi menjual hasil panen jagung dalam bentuk mentah ke luar daerah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.
"Kami berharap jagung jangan lagi dijual mentah. Harus diolah dulu sebelum dipasarkan agar petani mendapat keuntungan lebih besar," tegas Melki. Pesan ini menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian. Dengan mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah, petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih optimal, sehingga kesejahteraan mereka pun meningkat.
Strategi Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Jagung
Peningkatan nilai tambah komoditas jagung menjadi salah satu strategi kunci dalam program Senator Peduli Ketahanan Pangan. DPD RI dan pemerintah daerah mendorong petani untuk tidak hanya berfokus pada produksi mentah, tetapi juga pada pengolahan pasca-panen. Ini termasuk pengolahan jagung menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
Langkah ini sejalan dengan upaya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di NTT. Dengan adanya pengolahan jagung di tingkat lokal, akan tercipta peluang usaha baru dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini juga akan mengurangi ketergantungan pada pasar luar daerah untuk produk olahan, sehingga memperkuat ekonomi lokal secara keseluruhan.
Melalui kolaborasi yang erat antara DPD RI, pemerintah daerah, dan masyarakat petani, program ini diharapkan dapat menjadi model keberhasilan. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah. Dengan demikian, kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat NTT dapat terwujud secara optimal.
Sumber: AntaraNews