Survei Poltracking Ungkap Kinerja Prabowo-Gibran Merata di Seluruh Wilayah, Jawa Timur Paling Apresiatif!
Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kinerja Prabowo-Gibran diapresiasi positif secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat kepuasan tertinggi.
Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei ini mengungkapkan bahwa apresiasi positif terhadap pemerintahan tersebut relatif merata di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menyatakan bahwa hampir semua kewilayahan memberikan apresiasi positif.
Pengambilan data untuk survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden. Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Proses survei berlangsung dari tanggal 3 hingga 10 Oktober 2025, menggunakan metode multistage random sampling.
Secara keseluruhan, 78,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Angka ini terdiri dari 9,8 persen yang mengaku sangat puas dan 68,3 persen menyatakan cukup puas. Tingkat kepuasan yang tinggi ini memberikan gambaran awal mengenai respons masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Tingkat Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Merata di Berbagai Wilayah
Survei Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Jawa Timur menjadi wilayah dengan persentase kepuasan tertinggi, mencapai 85,4 persen. Ini menunjukkan dukungan yang kuat dari masyarakat di provinsi tersebut.
Selain Jawa Timur, wilayah lain juga menunjukkan tingkat kepuasan yang signifikan. Kalimantan mencatat 83,9 persen kepuasan, diikuti Sumatera dengan 83,2 persen. Jawa Barat juga tidak kalah, dengan 78,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran.
Di wilayah Jakarta-Banten, tingkat kepuasan mencapai 77,1 persen, sementara Sulawesi mencatat 72,4 persen. Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan 70,7 persen kepuasan, sedangkan Bali-Nusa Tenggara 67,2 persen. Maluku-Papua memiliki tingkat kepuasan terendah di antara wilayah lainnya, yaitu 63,1 persen.
Hanta Yuda Rasyid menegaskan, “Relatif hampir merata di semua kewilayahan yang kita lakukan cross tabulation mengapresiasi positif atau puas terhadap kinerja pemerintah.” Pernyataan ini menggarisbawahi konsistensi persepsi positif di berbagai daerah.
Faktor Pendorong dan Penghambat Kepuasan Publik
Beberapa alasan utama menjadi pendorong kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran. Kepemimpinan yang tegas dan berwibawa menjadi faktor paling dominan dengan 18,8 persen. Bantuan pemerintah yang tepat sasaran juga berkontribusi besar, mencapai 12,3 persen.
Program MBG (10,4 persen), pencegahan atau pemberantasan korupsi (8,1 persen), serta kinerja yang terbukti (6,2 persen) turut menjadi alasan kepuasan. Faktor-faktor ini mencerminkan harapan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.
Namun, tidak semua responden menyatakan puas. Sebanyak 19,3 persen responden menyatakan tidak puas, terdiri dari 17,3 persen kurang puas dan 2 persen sangat tidak puas. Alasan utama ketidakpuasan adalah kondisi ekonomi yang belum stabil, disebutkan oleh 26,7 persen responden.
Selain itu, bantuan tidak tepat sasaran (15,7 persen), kasus korupsi (8,9 persen), harga kebutuhan pokok yang mahal (7 persen), dan kurangnya lapangan kerja (6,3 persen) juga menjadi keluhan. Hanta Yuda Rasyid menambahkan, “Lima alasan ini yang kami rekam penting masukan buat pemerintahan Prabowo-Gibran.”
Perbandingan Kepuasan Lintas Sektor
Survei Poltracking juga menganalisis tingkat kepuasan berdasarkan sektor pemerintahan. Sektor pendidikan mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi, mencapai 79 persen. Ini menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap upaya pemerintah di bidang pendidikan.
Sektor kesehatan menyusul dengan 76,6 persen kepuasan, diikuti pertahanan dan keamanan sebesar 75,5 persen. Sektor sosial budaya juga menunjukkan angka kepuasan yang tinggi, yaitu 74,9 persen. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar sektor pelayanan publik dinilai positif.
Di sisi lain, beberapa bidang menunjukkan tingkat kepuasan di bawah 70 persen. Hukum dan pemberantasan korupsi mencapai 68,2 persen, sementara politik dan stabilitas nasional 65,7 persen. Sektor ekonomi menjadi bidang dengan tingkat kepuasan terendah, hanya 57,4 persen.
Hanta Yuda Rasyid menyoroti, “Dari semua bidang-bidang, itu bidang ekonomi yang selalu paling rendah, yaitu 57,4 persen tingkat kepuasan di bidang ekonomi. Ini mungkin menjadi saran masukan pada pemerintahan sekarang yang menjadi penilaian publik.” Kondisi ekonomi menjadi tantangan utama yang perlu perhatian lebih lanjut dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sumber: AntaraNews