LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal calon tunggal pilkada, Fahri bilang 'ya kalau rakyat setuju'

Menurut Fahri Hamzah calon tunggal ikut pilkada buka peluang konsensus politik antara partai.

2015-09-30 16:45:07
Calon Tunggal Pilkada
Advertisement

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak masalah dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bolehkan calon tunggal kepala daerah ikut pilkada. Menurut dia, calon tunggal bisa saja menjadi kepala daerah jika memang rakyat menginginkan hal tersebut.

"Ya kalau rakyat bilang setuju, ya sudah setuju. Ya kalau ditundakan artinya ada pendaftaran, artinya kandidat tunggal itu rupanya lemah. Kalau tidak setuju artinya pasti kandidat akan banyak, dugaan saya sih hampir semua akan setuju oleh rakyat," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/9).

Fahri pun meminta jangan ada pikiran negatif apabila pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal menyebabkan banyak partai politik (Parpol) cari aman dengan mendukung secara borongan atau beramai-ramai satu calon. Dengan begitu, partai tak perlu bersaing dalam pilkada hanya dengan mengusung satu calon bersama-sama.

"Soal borong, kalau kita berpikir negatif kita bilang borong partai, tapi kalau kita berpikir positif itu kan konsensus, jadi antara partai konsensus ini oleh orang kuat sekali," terangnya.

Di sisi lain, Fahri melihat sebetulnya negara sudah tak butuh lagi pilkada jika kepala daerahnya memang sudah sangat baik dianggap oleh rakyatnya. Hal ini, menurut Fahri, sudah dilakukan di beberapa negara maju.

"Banyak negara untuk urusan walikota dan seterusnya itu di banyak negara tidak ada pilkada kalau tidak ada pergantian pimpinan, nggak harus ada pilkada itu, kalau masyarakatnya meminta pimpinan yang sudah baik. Kalau sudah baik ngapain dia dipilih. Ada negara yg kayak begitu, ini koridornya demokrasi, apalagi meminta konfirmasi kepada rakyat itu demokratis, konfirmasi kepada wakil rakyat aja demokratis kok, cuma tidak langsung," ujarnya.

Atas hal itu, ia tak mempermasalahkan tentang aturan MK yang mengesahkan pemilihan oleh satu pasangan calon kepala daerah.

"saya kira begitu cara kita berpikirnya, jangan terlalu berlebihan menanggapinya. kalau rakyat satu kabupaten menganggap pilihannya memang jatuh pada satu pasangan calon tunggal ya memangnya kenapa," pungkasnya.

Baca juga:
PDIP desak KPU tindaklanjuti putusan MK soal calon tunggal Pilkada
Pascaputusan MK, KPU bakal terbitkan PKPU khusus calon tunggal
KPU yakin tak ada masalah calon tunggal bisa ikut pilkada
Ketua DPR minta semua anggota dewan hargai putusan MK soal pilkada
Soal calon tunggal pilkada, PKB bilang 'suka tidak suka kita terima'

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.