Setya Novanto: Saya tak punya angan-angan Golkar dapat jatah menteri
"Saya juga kaget bahwa presiden memberi tahu kalau dapat satu jatah menteri," ungkap dia.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengaku puas dengan terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai menteri perindustrian pada kabinet kerja Jokowi-JK jilid II. Menurut dia, Airlangga tepat ditempatkan menjadi menteri perindustrian.
"Ya puas dan memang setelah dievaluasi harus sesuai dan cocok dengan bidangnya, kalau industri ya Pak Airlangga," kata Setya Novanto usai acara pembukaan Rapimnas I Golkar di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).
Setnov mengaku dirinya tak menduga Presiden Jokowi memberikan jatah menteri pada partai Golkar.
"Saya tidak ada angan-angan partai saya mendapatkan jatah menteri. Saya juga kaget bahwa presiden memberi tahu kalau dapat satu jatah menteri," ungkap dia.
Dia berharap, dengan terpilihnya Airlangga sebagai menteri perindustrian bisa memperkuat pemerintahan yang tinggal 3 tahun lagi. Bukan hanya pada Airlangga yang merupakan kadernya, dia juga menginginkan para menteri baru ini bisa mewujudkan cita-cita presiden Jokowi yang ingin melakukan pembangunan dengan cepat.
"Kita harapkan bagi yang baru bisa mengikuti program pemerintah yang ingin dilakukan dengan cepat. Maka diperlukan team work dan koordinasi yang kuat sehingga kompak dalam mengerjakan program-program kerakyatan dan kemasyarakatan," tutur Novanto.
Untuk itu, dia mewakili partai mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mempercayakan Golkar di satu kementerian. Tak hanya itu, dia juga mengapresiasi sikap presiden yang telah memberikan semangat baru.
"Saya atas nama presiden dan seluruh anggota partai Golkar menghaturkan terima kasih dan mengapresiasi presiden yang telah memberikan semangat baru bahwa Partai Golkar diajak untuk mengisi salah satu kursi menteri. Semoga orang yang diutus dan dipercaya bisa memberikan kontribusi yabg besar untuk bangsa dan negara," tutup Novanto.
Baca juga:
22 Bulan Kemenko Maritim, tiga kali ganti menteri
Ini dugaan PKB alasan Jokowi copot Marwan dari Menteri Desa
Budi Karya Sumadi, menhub anyar penyulap Bintaro dan waduk Jakarta
Pengamat: Sri Mulyani hadapi krisis lebih berat dibanding era SBY
Sri Mulyani, dipinjamkan SBY ke Bank Dunia kini jadi menteri Jokowi
Sri Mulyani: Suatu kehormatan melayani Presiden Jokowi dan warga RI
Gagal jadi presiden dan wapres, Wiranto kini jadi anak buah Jokowi