Senior Presiden Prabowo Jadi Menko Polkam, Djamari Chaniago Segera Temui Menhan Perkuat Koordinasi
Menko Polkam Djamari Chaniago, yang baru dilantik, berencana bertemu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin untuk memperkuat koordinasi antarlembaga demi kinerja Kabinet Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, yang baru saja dilantik, segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Ia berencana mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin pada Kamis (18/9) mendatang. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, menjadi agenda awal setelah Djamari resmi menjabat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Menko Polkam Djamari Chaniago untuk memastikan koordinasi yang efektif di bawah lingkup Kemenko Polkam. Tujuannya adalah memperlancar kerja sama dengan berbagai kementerian dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan alur kerja yang lebih solid dan terintegrasi di seluruh jajaran pemerintahan.
Djamari menegaskan bahwa penguatan koordinasi ini tidak hanya terbatas pada Kementerian Pertahanan, tetapi juga akan meluas ke seluruh kementerian dan instansi terkait. Ia berharap, melalui koordinasi yang kuat, Kemenko Polkam dapat menjalankan tugas dan amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan optimal. Hal ini penting untuk mencapai tujuan Kabinet Merah Putih.
Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian
Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. "Ya kira-kira begitu (besok bertemu Sjafrie Sjamsoeddin) kalau beliau ada waktu. Saya akan koordinasi dengan bapak," ujar Djamari kepada awak media di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi prioritas untuk membangun fondasi kerja sama yang kuat.
Djamari menjelaskan bahwa tujuan utama dari serangkaian koordinasi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi hambatan atau "bottle neck" dalam pelaksanaan program kerja. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antar kementerian dan instansi. Dengan demikian, setiap permasalahan dapat diatasi secara kolektif dan efisien.
Upaya penguatan koordinasi ini merupakan manifestasi dari komitmen Menko Polkam Djamari Chaniago dalam menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya bertekad untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan lancar. Koordinasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan kinerja Kabinet Merah Putih secara keseluruhan.
Latar Belakang Pelantikan dan Reshuffle Kabinet
Pelantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam definitif dilakukan setelah jabatan tersebut sebelumnya diisi sementara oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pengangkatan Djamari merupakan bagian dari perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih yang ketiga kalinya. Kebijakan ini menunjukkan dinamika dalam struktur pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto melantik Menko Polkam Djamari Chaniago bersama sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya pada 8 September 2025. Proses pelantikan ini diresmikan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025. Keppres tersebut mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024—2029.
Selain Djamari, beberapa nama lain yang turut dilantik dalam reshuffle ini meliputi Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Ada pula Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi, serta Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI. Perubahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja kabinet.
Profil Singkat Menko Polkam Djamari Chaniago
Menko Polkam Djamari Chaniago memiliki rekam jejak yang panjang dan berpengalaman di bidang militer dan pemerintahan. Ia adalah seorang purnawirawan TNI dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, yang diembannya dari 8 Maret 2000 hingga 16 Maret 2004. Pengalamannya ini memberikan landasan kuat untuk posisi strategisnya saat ini.
Sebelum menjabat Kasum TNI, Djamari pernah menduduki posisi penting lainnya, termasuk Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (9 November 1999—1 Maret 2000). Ia juga pernah menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Ke-24 dari 23 Mei 1998 hingga 24 November 1999, serta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi pada 1997—1998. Djamari merupakan lulusan Akabri tahun 1971, yang menjadikannya senior dari Presiden Prabowo yang merupakan lulusan Akabri tahun 1974.
Selepas masa baktinya di militer, Djamari Chaniago tetap aktif berkontribusi. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang, menunjukkan kemampuannya di sektor korporasi. Saat ini, Djamari juga merupakan anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk periode 2025—2030, membuktikan pengabdiannya yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews