Rano Karno: Kolaborasi Industri Kunci Hadapi Ketidakpastian Global
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan pentingnya kolaborasi industri antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global, sekaligus mengawal kesejahteraan buruh.
Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha merupakan fondasi utama dalam memajukan sektor industri. Pernyataan ini disampaikan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk gejolak ketidakpastian ekonomi global yang sedang berlangsung saat ini. Rano Karno menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini terus diperkuat sebagai kunci ketahanan dan kemajuan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano Karno dalam Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh PDIP. Acara bertema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” tersebut berlangsung di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan buruh harus terus dijaga, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Momen Hari Buruh ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tidak mengabaikan hak-hak pekerja, yang memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel, juga menegaskan komitmen partainya dan pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan para pekerja.
Peran Kolaborasi dalam Menjaga Ketahanan Industri
Kolaborasi antara tiga pilar utama—pemerintah, pekerja, dan pengusaha—menjadi sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri. Rano Karno menekankan bahwa sinergi yang kuat akan memungkinkan Indonesia untuk tetap tangguh dan mampu melangkah maju di tengah tantangan global. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global, seperti fluktuasi harga komoditas dan perubahan geopolitik, daya tahan industri sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dan inovasi. Dengan adanya dialog dan kerja sama yang erat, solusi-solusi kreatif dapat ditemukan untuk mengatasi hambatan. Ini termasuk peningkatan kapasitas pekerja, investasi dalam teknologi, dan pengembangan pasar baru.
Semangat perjuangan buruh, yang diperingati setiap Hari Buruh Internasional, harus terus dipertahankan sebagai motivasi untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Rano Karno menyoroti bahwa pekerja adalah pilar penting yang menggerakkan roda perekonomian, sehingga hak-hak mereka harus selalu menjadi prioritas. Komitmen ini tidak hanya sebatas retorika, melainkan diwujudkan melalui kebijakan konkret yang berpihak pada buruh.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk Kesejahteraan Pekerja
Sebagai bukti nyata keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap para buruh, Rano Karno memaparkan keberhasilan program Kartu Pekerja Jakarta (KPJ). Program ini telah dikembangkan secara berkelanjutan sejak tahun 2018. Hingga saat ini, lebih dari 59.000 KPJ telah diterbitkan, memberikan manfaat yang signifikan bagi para pemegangnya.
Manfaat KPJ sangat beragam, mencakup akses transportasi publik gratis, subsidi pangan, hingga dukungan pendidikan bagi keluarga pekerja. Inisiatif ini dirancang untuk meringankan beban hidup pekerja dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Program ini menjadi salah satu bentuk jaring pengaman sosial yang efektif di ibu kota.
Selain KPJ, Pemprov DKI Jakarta juga merinci berbagai jaring pengaman sosial lainnya, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan jaminan kesehatan melalui Jamkesjak. Semua program ini diintegrasikan untuk menjaga daya beli pekerja, khususnya kelompok dengan upah minimum provinsi (UMP). Langkah-langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kesejahteraan pekerja secara komprehensif.
Hari Buruh sebagai Ruang Dialog Konstruktif
Rano Karno berpesan agar peringatan Hari Buruh tidak hanya berhenti pada kegiatan seremoni tahunan semata. Sebaliknya, ia berharap momen ini dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif antara semua pemangku kepentingan. Dialog semacam ini penting untuk menyampaikan aspirasi dan bersama-sama memperkuat perekonomian kota.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Adian Napitupulu dan Sri Rahayu, serta Wakil Bendahara Umum PDIP Yuke Yurike. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan partai terhadap isu-isu ketenagakerjaan dan komitmen untuk berdialog dengan para pekerja.
Jajaran DPP PDIP lainnya yang hadir meliputi Mercy Christie Barends, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Gusti Ayu Bintang Puspayoga, hingga Sadarestuwati. Anggota DPR RI seperti Vita Ervina, Pulung Agustanto, dan Putra Nababan, serta sejumlah Anggota DPRD DKI dari fraksi PDIP dan pengurus DPD dan DPC PDIP DKI Jakarta juga turut memeriahkan acara. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai tujuan bersama.
Sumber: AntaraNews