PPP kubu Romi sumbangkan duit kenaikan tunjangan DPR ke konstituen
"Jika perekonomian sudah mulai membaik dan kinerja DPR sudah bagus. Itu tak menjadi masalah," kata Arsul.
Juru Bicara Fraksi PPP di DPR kubu Romahurmuziy (Romi) Arsul Sani menyatakan pihaknya menolak tegas kenaikan tunjangan bagi tiap Anggota DPR. Bahkan, dia mengaku Fraksi PPP akan mengembalikan uang kenaikan tunjangan tersebut atau diambil lalu disumbangkan ke setiap konstituen anggota fraksi masing-masing.
"Kita punya dua pilihan, pilihan pertama adalah kalau itu benar-benar direalisasikan ada kenaikan tunjangan kita, kita kembalikan pada kas negara atau kita sumbangkan ke konstituen kita," kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).
Sedangkan untuk secara pribadi, Anggota Komisi III DPR ini mengaku akan mengirimkan surat ke Setjen DPR sebagai lembaga yang mengatur keuangan Anggota DPR, agar dirinya tidak perlu dinaikkan tunjangannya.
"Saya secara pribadi akan mengirim surat ke Setjen DPR agar tidak dinaikkan pada tunjangan yang akan ditransfer ke saya. Karena semua sistem yang menjadi hak-hak Anggota DPR semuanya ditransfer," katanya.
Arsul menilai, untuk saat ini tunjangan bagi tiap Anggota DPR tidak perlu dinaikkan. Pasalnya untuk saat ini yang didapati oleh anggota DPR sudah lebih dari cukup. Dia juga melihat dengan keadaan ekonomi yang sedang mengalami keterpurukan dan kinerja DPR yang belum maksimal belum pantas mendapatkan kenaikan tunjangan.
"Jika perekonomian sudah mulai membaik dan kinerja DPR sudah bagus. Itu tak menjadi masalah untuk meminta kenaikan tunjangan," tukasnya.
Baca juga:
SBY instruksikan fraksi Demokrat tolak kenaikan tunjangan DPR
Ketua MPR soal tunjangan DPR: Ributnya sebentar, malunya setahun
Surya Paloh larang anggota DPR dari NasDem terima kenaikan tunjangan
DPD: Hidup DPR sudah terjamin di dunia, hapus kenaikan tunjangan
DPD: Tak etis DPR minta kenaikan tunjangan saat ekonomi melambat
Di tengah ekonomi lesu, perlukah gaji Presiden Jokowi naik?
PKS sebut dalil Menkeu naikkan gaji presiden dan DPR tidak elok