LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

NasDem sarankan Anies tunggu momentum jika ingin maju dampingi Prabowo

NasDem sarankan Anies tunggu momentum jika ingin maju dampingi Prabowo. Dia mencontohkan, keputusan Joko Widodo mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 silam. Saat itu, Jokowi dianggap mengambil keputusan tepat untuk maju sebagai Capres karena ada kesempatan.

2018-03-28 10:59:49
Partai Nasdem
Advertisement

Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai NasDem Taufiqulhadi menyarankan Anies melihat momentum sebelum memutuskan maju sebagai Cawapres.

"Persoalan karier politik itu sangat bergantung bagaimana kita memahaminya. Di dalam politik itu sangat tergantung kepada momentum. Kalau momentum itu tidak kita lepas, belum tentu dia kembali," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).

Dia mencontohkan, keputusan Joko Widodo mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 silam. Saat itu, Jokowi dianggap mengambil keputusan tepat untuk maju sebagai Capres karena ada kesempatan.

Advertisement

"Misal momentum itu adalah Pak Jokowi harus hari itu jadi calon presiden, dan beliau mengambilnya. Belum tentu momentum itu akan kembali lagi 5 tahun berikutnya," terangnya.

Isu pencalonan Anies sebagai cawapres Prabowo bergulir saat dia diterpa polemik konsep penataan PKL Tanah Abang dengan menutup Jalan Jati Baru. Taufiqulhadi melihat, masalah yang dihadapi Anies sebenarnya tidak mempengaruhi pencalonannya sebagai cawapres.

Hanya saja, kata dia, Anies perlu memperhitungkan segala aspek sebelum memutuskan meninggalkan Jakarta dan maju di Pilpres 2019. Dia menyarankan Anies tidak tergesa-gesa maju karena adanya dorongan pihak tertentu.

Advertisement

"Biasa saja dalam politik itu, tidak ada sempurna ya kan. Tetapi semuanya harus dihitung, dihitung mediumnya, lawannya, dihitung semuanya harus dihitung," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

"Jangan hanya karena desakan sentimentil. Desakan orang-orang tertentu yang belum tentu paham sekali politik. Itu harus dijaga itu," tandasnya.

Diketahui, Gerindra telah menjaring tiga nama calon wakil presiden (cawapres) yang dibentuk tim khusus Gerindra secara diam-diam. Partai berlambang burung garuda ini masih merahasiakan nama-nama itu.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade mengatakan di antara nama yang dijaring Gerindra, sosok Gubernur DKI Anies Baswedan menguat untuk dijodohkan bersama Prabowo. "Salah satunya mas Anies sebagai Cawapres pak Prabowo. Nama-nama yang ada akan di diskusikan dengan koalisi termasuk dengan PKS," ujarnya.

Baca juga:
Jika diminta, KPK siap lacak rekam jejak bakal Cawapres Jokowi
Fahmi Idris akan upayakan agar Jusuf Kalla bisa jadi cawapres Jokowi
Konsolidasi dengan dewan pembina, DPP Golkar tak bahas cawapres
PKS senang Anies Baswedan masuk daftar Cawapres Prabowo
Gerindra yakin koalisi Jokowi bubar kalau salah pilih cawapres

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.