Mendagri Tekankan Pentingnya Data Korban Bencana Rinci untuk Percepatan Bantuan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah menyediakan Data Korban Bencana berbasis nama dan alamat guna mempercepat penyaluran bantuan serta rehabilitasi pascabencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah untuk menyajikan data korban secara detail, mencakup nama dan alamat. Permintaan ini bertujuan untuk mempercepat proses penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Instruksi ini disampaikan oleh Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, pada Jumat (27/3). Fokus utama adalah tiga provinsi di Sumatera, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang rentan terhadap bencana.
Penekanan pada akurasi data disampaikan setelah acara penyerahan kunci tahap satu 120 unit hunian tetap bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kecepatan penyediaan data oleh bupati sangat diapresiasi karena memungkinkan bantuan segera tersampaikan kepada yang berhak.
Pentingnya Data Akurat untuk Bantuan Cepat
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa verifikasi data korban bencana hidrometeorologi berbasis nama dan alamat bukanlah tugas yang mudah. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Meskipun demikian, Tito berharap daerah lain dapat mencontoh kecepatan dan ketepatan dalam penyediaan data seperti yang dilakukan beberapa bupati. Hal ini krusial agar program bantuan pemerintah dapat berjalan efektif dan efisien, menjangkau seluruh korban bencana tanpa penundaan.
"Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Tito. Akurasi Data Korban Bencana menjadi fondasi utama dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Hunian Tetap
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas hunian tetap dan sementara yang telah dibangun. Ia menyoroti peran strategis Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas pendukung.
Pembangunan hunian ini merupakan hasil kolaborasi luar biasa dari berbagai pihak. "Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTPN, listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar, menunjukkan sinergi antara BUMN, swasta, dan organisasi nirlaba.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya juga mengapresiasi kontribusi kementerian terkait dan para donatur dalam merealisasikan 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan. Hunian ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol nyata kepedulian negara terhadap warganya yang terdampak bencana.
Komitmen Daerah dan Progres Pembangunan Hunian
Pembangunan hunian tetap pascabencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, adalah contoh konkret kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Sinergi ini mempercepat pemulihan pascabencana.
Dari total 227 unit hunian tetap yang direncanakan di kawasan tersebut, 120 unit telah berhasil diselesaikan. Sementara itu, 107 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada 20 April 2026, menunjukkan progres yang signifikan.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas pemantauan dari pemerintah pusat terhadap proyek hunian tetap ini. "Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya. Komitmen ini memastikan Data Korban Bencana terverifikasi dengan baik.
Sumber: AntaraNews