LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jokowi sebut kampanye hitam duka cita brutal dan keterlaluan

"Apakah tidak ada cara-cara yang lebih santun," ujar Jokowi.

2014-05-08 14:15:07
Capres Jokowi
Advertisement

Jelang pemilihan presiden 2014, kampanye hitam akhir-akhir ini marak terjadi. Salah satunya, menyerang bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo yang beredar di sosial media facebook dan twitter.

Jokowi dinyatakan meninggal pada Minggu (4/5) lalu dengan nama Ir. Herbertus Joko Widodo yang mempunyai nama Tiongkok Oey Hong Liong. Menanggapi kampanye tersebut, Jokowi menilai kampanye tersebut sudah sangat brutal dan sudah keterlaluan.

"Kalau seperti itu sudah brutal dan keterlaluan. Apakah tidak ada cara-cara yang lebih santun," ujar Jokowi di Balai Kota, Kamis (8/5).

Menurut Jokowi , kampanye tersebut sangat ngawur dan sudah brutal. Jokowi enggan mempermasalahkan kampanye hitam tersebut lantaran susah dilacak. Dia mempersilakan tim legal hukum untuk mengurus masalah tersebut.

"Biar tim legal hukum kita. Tapi kalau seperti itu sudah brutal dan keterlaluan," kata dia.

Namun, mantan wali kota Solo ini menambahkan kampanye hitam tersebut tidak bakal membuat elektabilitasnya turun. Jokowi mempersilakan rakyat untuk memilih yang baik untuk Indonesia.

"Ya jelaslah ganggu, tapi rakyat sudah pintar sudah ngertilah," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat digegerkan dengan beredarnya tulisan yang dibuat seolah-olah berbentuk iklan duka cita. Iklan ini memasukkan gambar dan foto calon presiden PDIP , Joko Widodo .

Dalam iklan berjudul 'rest in peace' itu, Jokowi dituliskan telah meninggal dunia pada tanggal 4 Mei 2014 pukul 15.30 WIB. Sang pembuat iklan juga menuliskan nama Ir. Hambertus Joko Widodo dan Oey Hong Liong.

"Telah meninggal dunia dengan tenang pada hari Minggu, 4 Mei 2014 pukul 15:30 WIB, suami, ayah dan capres kami satu-satunya."

"Jenazah akan disemayamkan di kantor PDIP Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan akan dikremasi pada hari Selasa, 6 Mei 2014."

Nama sang istri, Iriana Widodo juga tak lepas dari iklan tersebut. Termasuk Megawati Soekarnoputri sebagai pihak yang ikut berduka cita.

Baca juga:
Beredar kampanye hitam Jokowi meninggal dunia
3 Kelompok alumni kampus ini dukung Jokowi, wakili semua alumni?
Ditanya siapa cawapresnya, Jokowi jawab 'berisik'
Ini alasan Jokowi selalu gunakan kemeja putih
'Orang cenderung pilih Jokowi demi singkirkan calon lain'

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.