Jejak Diplomasi Maraton: Presiden Prabowo Kunjungi Osaka Expo dan Sidang PBB, Lanjut ke Kanada dan Belanda
Presiden Prabowo Subianto memulai lawatan diplomasi maraton, mengunjungi Osaka Expo dan Sidang PBB, dilanjutkan ke Kanada dan Belanda. Apa saja agenda pentingnya?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai lawatan diplomasi maraton yang padat agenda ke empat negara, yaitu Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Keberangkatan Presiden Prabowo dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat malam, 20 September 2025, menandai dimulainya rangkaian kunjungan penting ini.
Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengunjungi Osaka Expo di Jepang sebelum melanjutkan perjalanan ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80. Rangkaian kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa agenda Presiden Prabowo juga meliputi penguatan kemitraan strategis dengan Kanada dan pertemuan resmi di Belanda. Seluruh rangkaian kunjungan ini diperkirakan akan berakhir dengan kembalinya Presiden ke Jakarta pada 26-27 September 2025.
Agenda Penting di Osaka dan Sidang PBB
Lawatan Presiden Prabowo Subianto diawali dengan singgah di Osaka, Jepang, untuk mengunjungi Paviliun Indonesia yang menjadi bagian dari Osaka Expo. Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi dan budaya bangsa di panggung global, menarik perhatian investor dan wisatawan internasional.
Setelah dari Jepang, rombongan Presiden Prabowo akan melanjutkan penerbangan menuju Amerika Serikat. Di New York, Presiden dijadwalkan menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas PBB.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa PBB mengangkat tema "Better Together, Eighty Years and More for Peace, Development and Human Rights". Tema ini mengajak seluruh negara untuk memperbarui kembali semangat multilateralisme di tengah dinamika global saat ini. "Sebelum ke New York, beliau akan singgah dulu di Osaka untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di Osaka Expo, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke New York," kata Menlu Sugiono.
Dalam Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo memiliki beberapa agenda penting. Beliau dijadwalkan menghadiri sidang "Two States Solution" pada 22 September 2025 dan akan berbicara di urutan ketiga, setelah Brazil dan Amerika Serikat, dalam sesi Perdebatan Umum (General Debate) SMU PBB pada 23 September 2025.
Penguatan Kemitraan Strategis di Kanada dan Belanda
Setelah serangkaian agenda di Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan lawatan kenegaraannya ke Kanada. Kunjungan resmi ke Ottawa, Kanada, ini memiliki agenda krusial yaitu menyaksikan penandatanganan Kemitraan Strategis Indonesia-Kanada.
Penandatanganan yang dijadwalkan pada 24 September 2025 ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, khususnya dalam aspek ekonomi dan perdagangan. "Beliau akan berangkat dalam perjalanan kembali ke Jakarta dan singgah di Ottawa, Kanada, untuk melakukan kunjungan resmi dan menyaksikan penandatanganan Indonesia-Kanada CEPA itu pada tanggal 24, rencananya," jelas Sugiono.
Sebelum kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo juga akan singgah di Belanda. Di sana, beliau dijadwalkan akan diterima secara resmi oleh Perdana Menteri Belanda. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama antara Indonesia dan Belanda di berbagai sektor.
Rangkaian lawatan diplomasi maraton ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjalin dan memperkuat hubungan dengan berbagai negara di dunia. Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan tiba kembali di Jakarta pada sekitar tanggal 26 atau 27 September 2025, membawa hasil dari berbagai pertemuan dan kesepakatan penting.
Sumber: AntaraNews