LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Usul Cawapres Jokowi dari Golkar dan isyarat JK pensiun

Usul Cawapres Jokowi dari Golkar dan isyarat JK pensiun. Sejumlah nama kuat kader aktif Golkar pun bermunculan. Di antaranya sang ketua umum Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Ical pun mengakui bahwa dua nama itu bisa saja yang nanti akan diajukan Golkar sebagai cawapres.

2017-05-24 07:03:00
Pemilu 2019
Advertisement

Partai Golkar kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali maju dalam Pemilu 2019. Keputusan itu ditegaskan lagi dalam Rapimnas Golkar yang digelar di Balikpapan sejak Minggu (21/5) lalu.

Selain sosok capres, Golkar juga telah memikirkan posisi wakil untuk Jokowi. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) ingin pendamping Jokowi adalah kader Partai Golkar. Meskipun, Ical akui bahwa penentuan posisi cawapres itu nantinya hak dari Jokowi sendiri.

"Menghadapi pemilu presiden 2019, Partai Golkar sudah memutuskan mendukung Pak Jokowi sebagai capres, tetapi posisi cawapres masih kosong. Apakah Partai Golkar akan mengusulkan satu atau dua nama sebagai bakal cawapres," kata Ical.

Sejumlah nama kuat kader aktif Golkar pun bermunculan. Di antaranya sang ketua umum Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Ical pun mengakui bahwa dua nama itu bisa saja yang nanti akan diajukan Golkar sebagai cawapres.

"Di dunia politik peluang itu pasti ada. Tapi kita tidak bisa mendahului dari proses-proses komunikasi politik yang kita lakukan," ujar Ical.

Wacana inipun otomatis berdampak pada posisi Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden Jokowi. JK berpotensi tersisih, tidak lagi dicalonkan bersama Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti. JK memang politisi senior di Golkar, namun pada Pilpres 2014, posisi JK bukan membawa institusi resmi Golkar. Sebab partai berlogo beringin itu memilih mendukung lawan Jokowi, yakni Prabowo-Hatta.

Spekulasi ini pun diperkuat dengan kabar ketegangan Istana pasca Pilgub DKI 2017. Hubungan JK dan Jokowi disebut tak lagi harmonis. Sebabnya, JK lebih dekat dengan Anies Baswedan, sementara Jokowi lebih kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Meski, kabar perpecahan ini telah dibantah oleh JK.

JK sebagai politisi senior Golkar pun memandang sinis usulan Ical. Dia sudah yakin, usulan itu bukan untuk dirinya.

"Yang pasti bukan saya," kata JK.

Di sisi lain, JK juga mengisyaratkan tidak akan ikut dalam pertarungan Pilpres 2019. Dia ingin fokus momong cucu.

Advertisement

"Saya kan mau istrirahat setelah ini," ucap JK.

Namun, menurut dia, belum waktunya Golkar mengusulkan nama cawapres Jokowi untuk Pemilu 2019.

"Bahwa Golkar sudah menyiapkan calonnya itu tentu baik-baik saja, itu penting juga tapi kalau untuk menetapkan pada dewasa ini pasti belum waktunya," ungkap Wapres JK di rumah dinasnya Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (23/5).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, belum ada kader Golkar yang cocok menjadi cawapres. Di samping itu, dia menilai belum ada kesiapan koalisi yang dibentuk Golkar untuk bertarung di Pilpres 2019.

"Koalisi saja belum terbentuk apalagi mengusulkan pasangannya," ujar Wapres JK.

Baca juga:
JK sebut belum ada kader Golkar cocok jadi cawapres Jokowi di 2019
Soal sosok cawapres di 2019, Golkar serahkan pada Jokowi
Agung minta Golkar konsisten capreskan Jokowi, tak ada yang mendua
Ambisi Golkar jadi cawapres pendamping Jokowi di 2019
Ical minta Golkar siapkan bakal cawapres dampingi Jokowi di 2019
Anies tegaskan tak tergoda maju Pilpres 2019 dan pilih urus DKI
DPR dan pemerintah segera voting 19 isu krusial RUU Pemilu

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.