Fahri Hamzah sebut elit Makassar dipermalukan rakyat
Menurut Fahri, kemenangan kotak kosong menandakan kembalinya pemilihan secara definisi awal demokrasi. Karena yang menang dalam Pilwalkot Makassar adalah pilihan rakyat.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti kalahnya pasangan Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pemilihan Wali Kota Makassar melawan kotak kosong. Dia melihat dengan menangnya kotak kosong para elit di Makassar dipermalukan oleh rakyat.
"Elite di Makassar itu saya kira dipermalukan oleh aksi rakyat memilih kotak kosong dan di beberapa daerah. Elite dipermalukan rakyat," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6).
Menurut Fahri, kemenangan kotak kosong menandakan kembalinya pemilihan secara definisi awal demokrasi. Karena yang menang dalam Pilwalkot Makassar adalah pilihan rakyat.
"Sekali lagi dalam demokrasi itu adalah suara rakyat. Kembali kepada definisi lamanya demos dan kratos," ungkapnya.
"Karena itulah kemudian hati-hati, ini ada kemauan rakyat yang kalau tidak tertangkap dengan baik itu dipermalulah," ucapnya.
Sebelumnya, pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) hampir dipastikan kalah dari kotak kosong dalam pemilihan walikota Makassar. Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Soemarsono membenarkan hal tersebut namun, harus tetap menunggu hasil resmi KPU.
"Iya benar (kotak kosong unggul). Makassar saya kira hampir dipastikan kolom kosong menang. Cuma angka pastinya harus masih nunggu KPU. Di atas 50 persen, ini atas dasar hitung cepat," ucap Soemarsono, saat dikonfirmasi, Rabu (27/6).
Baca juga:
Pj Gubernur Sulsel tegur Danny Pomanto yang euforia saat kotak kosong unggul
Pj Gubernur Sulsel: Pilwalkot Makassar hampir dipastikan kolom kosong menang
NasDem sebut kemenangan kotak kosong di Makassar jadi tamparan bagi Parpol
Jika kotak kosong menang, Makassar gelar Pilwalkot tahun 2020
Data masuk 60 persen Pilwalkot Makassar: Munafri-Andi kalah lawan kotak kosong