LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Emil merapat ke PDIP, peluang didukung besar, tapi risikonya juga besar

Jika memang nantinya didukung oleh PDIP, Ridwan Kamil tentu akan sangat mudah melenggang menuju Pilgub Jabar 2018. Namun, kata Firman, itu tidak berbanding lurus dengan kemenangan. Sebaliknya, risikonya cukup besar bagi Ridwan Kamil sendiri.

2018-01-03 19:41:00
pilgub jabar
Advertisement

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Firman Manan mengatakan, peluang Ridwan Kamil didukung oleh PDIP cukup besar setelah pertemuan kedua pihak di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Namun dia mengingatkan, dukungan PDIP tidak berbanding lurus dengan kemenangan dan ada risiko besar yang harus dihadapi Emil.

"Peluang (didukung) PDIP besar. Apalagi, kalau melihat perjalanannya, PDIP memang ingin mengusung Ridwan Kamil, meski dalam perjalanannya terganjal persoalan komunikasi," kata Firman saat dihubungi, Rabu (3/1).

Jika memang nantinya didukung oleh PDIP, Ridwan Kamil tentu akan sangat mudah melenggang menuju Pilgub Jabar 2018. Namun, kata Firman, itu tidak berbanding lurus dengan kemenangan. Sebaliknya, risikonya cukup besar bagi Ridwan Kamil sendiri.

Advertisement

Firman menjelaskan, PDIP selalu kalah dalam ajang pesta demokrasi di wilayah Jabar. Selain kalah di Pilgub Jabar 2008 dan Pilgub Jabar 2013, perhelatan Pilpres 2014 juga tidak meraih suara maksimal.

Dia menyebut penyebabnya adalah tipologi masyarakat Jabar yang religius. Sementara banyak kalangan Islam konservatif yang menilai PDIP anti-Islam. Isu itu kini menguat karena romantisme Pilgub DKI Jakarta akan diulang Gerindra dan PKS yang telah sepakat mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Selain itu, lanjut Firman, PDIP juga tidak mempunyai calon ideal untuk pendamping Ridwan Kamil. Dengan modal 20 kursi tentu PDIP tidak ingin hanya sebagai penonton saja. PDIP, kata Firman, pasti ingin menduetkan dengan kader dari PDIP.

Advertisement

"Tapi, figur ideal itu tidak dimiliki PDIP. Tidak ada calon PDIP dengan background religius," ucapnya.

Diberitakan merdeka.com sebelumnya, Ridwan Kamil menyambangi Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat .

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, mengenakan pakaian batik berwarna biru dan kopiah hitam. Emil irit bicara saat ditanya tujuan kedatangannya ke DPP PDIP.

"Ya masing-masing tim berkomunikasi. Jadi menyimpulkan agenda ini dari tim yang sudah sampai. Mendingan nanti kalau sudah selesai biar tuntas dan jelas," kata Emil.

Hingga saat ini PDIP belum menentukan sikap dan arah koalisi di Jawa Barat. PDIP membuka peluang untuk mendukung Emil di Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Emil telah mengantongi dukungan dari PPP, PKB, NasDem dan Hanura dengan total 24 kursi di DPRD Jawa Barat.

Untuk diketahui, proses pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Serentak 2018 akan dibuka pada 8 Januari mendatang.

Baca juga:
Reaksi Gerindra soal PAN disebut belum pasti ikut usung Sudrajat-Syaikhu
PAN disinyalir merapat ke Golkar dukung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi
Belum berkoalisi sama PKS & Gerindra, PAN pantau Demiz dan Ridwan Kamil
Usai bertemu Zulkifli Hasan, Demiz sebut PAN belum sepakat usung Sudrajat-Syaikhu
Gusdurian sebut Pilkada Jabar 2018 paling rawan ujaran kebencian

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.