Ekonom Golkar Soroti Manfaat Ganda Program PLTS Satu Desa Satu MW untuk Pemerataan dan Ekonomi
Program PLTS satu desa satu MW dinilai ekonom Golkar memiliki manfaat ganda signifikan. Kebijakan ini berpotensi mewujudkan pemerataan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Ekonom Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyoroti potensi besar dari kebijakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skema satu desa, satu megawatt (MW). Program ini dipandang memiliki manfaat ganda yang signifikan bagi kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan Abdul Rahman Farisi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta.
Menurutnya, kebijakan PLTS satu desa satu MW tidak hanya akan menciptakan pemerataan energi listrik di seluruh Indonesia. Lebih dari itu, program ini juga berpotensi besar mendorong terciptanya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah desa. Hal ini akan memberikan dampak positif yang luas.
Manfaat ganda tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini mungkin belum terjangkau listrik memadai.
Manfaat Ganda PLTS Desa: Pemerataan Energi dan Kesejahteraan
Abdul Rahman Farisi menegaskan bahwa pemerataan energi listrik merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik yang merata akan secara langsung berdampak pada pelayanan publik. Hal ini juga akan signifikan dalam meningkatkan taraf hidup serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Selama ini, layanan listrik seringkali hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan. Namun, dengan implementasi program PLTS satu desa satu MW, jangkauan listrik akan meluas hingga ke pelosok desa. Ini akan memastikan setiap warga memiliki akses terhadap sumber energi vital.
"Pertama, pemerataan energi listrik di seluruh Indonesia. Kedua, mendorong terciptanya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di desa," ujar Abdul dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis. Pernyataan ini menggarisbawahi dua pilar utama manfaat dari kebijakan ini.
Pemerataan akses listrik ini bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang membuka peluang baru. Masyarakat desa dapat memanfaatkan listrik untuk berbagai keperluan. Hal ini termasuk pendidikan, kesehatan, dan kegiatan produktif lainnya yang sebelumnya terhambat.
PLTS Desa Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ketersediaan listrik yang stabil, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terisolir, akan menjadi katalisator percepatan kegiatan ekonomi. Abdul Rahman Farisi menjelaskan bahwa listrik memungkinkan pemanfaatan teknologi secara lebih luas. Ini akan meningkatkan efisiensi produksi dan mempercepat proses pemasaran produk-produk lokal.
Dengan akses listrik, pelaku usaha di desa dapat mengoptimalkan proses produksi mereka. Mereka dapat menggunakan mesin-mesin modern atau teknologi digital untuk promosi. Hal ini secara langsung akan meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat desa.
Desa-desa yang sebelumnya mengalami stagnasi ekonomi kini memiliki peluang untuk bertransformasi. Mereka dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang signifikan. Dampak positif ini akan terasa hingga tingkat kabupaten maupun provinsi, menciptakan pemerataan pembangunan.
Program PLTS satu desa satu MW ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk mendukung kebutuhan listrik Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga melaporkan percepatan program energi baru terbarukan ini, termasuk pembangunan PLTS tiap desa hingga transisi energi, kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 26 November 2025. Laporan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merealisasikan inisiatif strategis ini.
Sumber: AntaraNews