BSKDN Apresiasi Kuatnya Ekosistem Inovasi Balangan, Jadi Contoh Daerah Lain
Kabupaten Balangan diakui BSKDN Kemendagri memiliki ekosistem inovasi Balangan yang kuat dan terarah, dengan peningkatan skor konsisten setiap tahun, menjadikannya teladan bagi daerah lain.
Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumumkan apresiasi tinggi terhadap Kabupaten Balangan. Daerah ini dinilai telah memenuhi kriteria sebagai wilayah dengan ekosistem inovasi yang kuat dan terarah. Peningkatan skor inovasi yang konsisten setiap tahun menjadi indikator utama keberhasilan Balangan.
Penilaian ini terungkap saat BSKDN melakukan validasi lapangan terhadap inovasi daerah Kabupaten Balangan. Validasi tersebut merupakan bagian dari proses penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025. Provinsi Kalimantan Selatan menjadi lokasi di mana Balangan menunjukkan kemajuan inovasinya.
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Keterlibatan kedua perguruan tinggi ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan akurasi data inovasi daerah. Hasil validasi mengukuhkan bahwa data inovasi Balangan sejalan dengan penilaian para ahli.
Validasi dan Kriteria Penilaian Inovasi Daerah
Proses validasi Innovative Government Award (IGA) 2025 merupakan tahapan krusial dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang unggul dalam inovasi. BSKDN Kemendagri, dengan dukungan UI dan Unhas, secara cermat meninjau inovasi yang diajukan oleh pemerintah daerah. Kerja sama ini menjamin objektivitas dan kredibilitas hasil penilaian.
Dari total 36.374 inovasi yang berhasil dijaring hingga Agustus 2025, BSKDN memilih inovasi dan daerah dengan tingkat kematangan terbaik. Inovasi-inovasi ini kemudian divalidasi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian data dan implementasi di lapangan. Balangan termasuk salah satu daerah yang lolos tahap seleksi ketat ini.
Yusharto Huntoyungo menegaskan, “Hasil validasi menunjukkan bahwa data inovasi dari Kabupaten Balangan sejalan dengan hasil penilaian kedua perguruan tinggi tersebut. Artinya, tingkat kematangan inovasi di Balangan sudah sangat baik dan konsisten.” Pernyataan ini menggarisbawahi kualitas inovasi yang dikembangkan oleh Balangan.
IGA tahun 2025 juga menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah daerah terus memperkuat daya saing melalui inovasi. BSKDN bahkan menaikkan kriteria skor kategori sangat inovatif dari 60-100 menjadi 65-100. Langkah ini merupakan bentuk dorongan agar daerah terus memperbaiki kualitas dan keberlanjutan inovasi yang dijalankan secara optimal.
Komitmen Pemkab Balangan dan Dampak Positif Ekosistem Inovasi
BSKDN memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, khususnya kepemimpinan Bupati beserta jajarannya. Mereka secara aktif hadir dan memaparkan hasil inovasi daerah dengan penguasaan yang mendalam di hadapan tim juri IGA 2025. Dedikasi ini menunjukkan keseriusan dalam pengembangan inovasi.
Yusharto menambahkan, “Kami melihat sendiri semangat dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Bupati Balangan beserta jajaran. Komitmen yang tinggi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.” Semangat kepemimpinan ini menjadi kunci keberhasilan Balangan.
Hasil validasi dan quality control ini akan menjadi dasar BSKDN dalam pemeringkatan indeks inovasi daerah. BSKDN menilai bahwa Balangan telah menunjukkan contoh nyata daerah yang mampu mengelola inovasi secara terstruktur. Hal ini terlihat dari sisi komitmen, manajemen sumber daya, maupun relevansi inovasi terhadap isu strategis daerah yang ada.
“Balangan ini salah satu contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem inovasi yang kuat, berorientasi pada solusi, dan berkelanjutan. Kami berharap daerah lain dapat meneladani semangat dan komitmen yang ditunjukkan Kabupaten Balangan,” tutur Yusharto. Keberhasilan Balangan diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia.
Sumber: AntaraNews