Brigjen Pol Sulastiana, Dosen Wanita Pertama Jadi Wakapolda Papua Barat
Brigjen Pol Sulastiana mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Wakil Kepala Polda Papua Barat, membawa segudang pengalaman dan keilmuan yang relevan. Penunjukan Sulastiana Wakapolda Papua Barat ini menjadi sorotan nasional.
Brigadir Jenderal Polisi Sulastiana resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat. Penunjukan ini berdasarkan surat telegram yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada tanggal 15 Desember 2025. Dengan jabatan baru ini, Brigjen Pol Sulastiana Wakapolda Papua Barat kini menjadi sorotan publik.
Perwira tinggi polisi wanita berpangkat jenderal bintang satu ini secara otomatis mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi strategis tersebut di jajaran Polda Papua Barat. Penunjukan ini menegaskan komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anggotanya. Latar belakang Sulastiana yang mumpuni diharapkan membawa angin segar bagi institusi kepolisian di wilayah tersebut.
Sebelum menjabat sebagai Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana mengemban tugas sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat I di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengalaman luasnya di berbagai bidang menjadi modal penting dalam menjalankan amanah barunya. Kehadiran Sulastiana Wakapolda Papua Barat diharapkan mampu meningkatkan kinerja Polda Papua Barat.
Perjalanan Karier dan Pengalaman Sulastiana
Brigjen Pol Sulastiana memiliki rekam jejak karier yang sangat beragam dan kaya pengalaman di lingkungan Polri. Data menunjukkan bahwa ia telah mengantongi berbagai pengalaman penting di bidang kehumasan, kerja sama luar negeri, serta kerja sama nasional. Keahlian ini sangat relevan untuk membangun citra positif dan sinergi antarlembaga.
Selain itu, Sulastiana juga memiliki keahlian dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Polri. Pengalamannya dalam penanganan kriminal, pendidikan, dan pengawasan juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Segudang pengalaman ini diharapkan dapat membantu Polda Papua Barat dalam menjalankan tugas pokoknya.
Wanita kelahiran 10 Oktober 1972 ini telah menempati berbagai posisi penting yang mengasah kemampuannya. Penunjukannya sebagai Wakapolda Papua Barat merupakan puncak dari dedikasi dan perjalanan kariernya yang panjang. Pengalaman ini akan sangat berharga bagi kepemimpinan Sulastiana Wakapolda Papua Barat.
Dedikasi di Dunia Pendidikan dan Kriminologi
Sulastiana tidak hanya berprestasi di bidang kepolisian, tetapi juga sangat aktif di dunia pendidikan. Ia memiliki latar belakang pendidikan formal yang impresif, dimulai dengan gelar sarjana ilmu politik bidang hubungan internasional pada tahun 1995. Pendidikan ini menjadi dasar pemahamannya tentang dinamika sosial dan politik.
Selanjutnya, ia meraih gelar magister ilmu administrasi dan pengembangan SDM pada tahun 2001, diikuti dengan sarjana hukum pada tahun 2007. Puncaknya, ia berhasil menyabet gelar doktor kriminologi pada tahun 2013 dengan predikat cum laude. Pendidikan non-formal di Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 2018 juga melengkapi kompetensinya.
Hingga saat ini, Brigjen Pol Sulastiana tercatat sebagai dosen di beberapa universitas terkemuka. Ia mengajar di Universitas Indonesia sebagai dosen Pascasarjana program Ketahanan Nasional, serta dosen Program Sarjana dan Program Kedokteran Ilmu Kepolisian. Selain itu, ia juga menjadi dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam As Syafi'iyah, menunjukkan komitmennya dalam berbagi ilmu.
Kontribusi Internasional dan Harapan Baru
Kiprah Sulastiana tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga merambah ke kancah internasional. Ia aktif membagikan ilmunya sebagai pembicara di berbagai seminar, khususnya di bidang kriminologi kejahatan narkotika, kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta isu-isu krusial lainnya. Kontribusi ini memperkaya perspektif penegakan hukum.
Pada tahun 2019, ia menjadi Speaker on Kentucky Woman on Law Enforcement Networking di Amerika Serikat, sebuah forum penting bagi para wanita penegak hukum. Ia juga pernah hadir sebagai pembicara dalam ajang The 3rd of Asia-Europe of Counter Terrorism Dialogue di Brussel dan Berlin, Jerman. Kehadirannya di forum-forum internasional ini menunjukkan pengakuan atas keahliannya.
Dengan segudang pengalaman dan latar belakang pendidikan yang kuat, penunjukan Brigjen Pol Sulastiana sebagai Wakapolda Papua Barat diharapkan dapat membawa dampak positif. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu jajaran Polda Papua Barat dalam memperkuat organisasi, meningkatkan penegakan hukum, dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Kehadiran Sulastiana Wakapolda Papua Barat diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.
Sumber: AntaraNews