Anton Charliyan: Ridwan Kamil sahabat saya, figur pemimpin masa depan
Anton Charliyan: Ridwan Kamil sahabat saya, figur pemimpin masa depan. Wakalemdikpol Irjen pol Anton Charliyan mengaku akan patuh pada keputusan PDIP mengenai langkahnya menuju Pilgub Jabar. Termasuk, jika dirinya terpilih untuk menjadi wakil Ridwan Kamil.
Wakalemdikpol Irjen pol Anton Charliyan mengaku akan patuh pada keputusan PDIP mengenai langkahnya menuju Pilgub Jabar. Termasuk, jika dirinya terpilih untuk menjadi wakil Ridwan Kamil.
Seperti diberitakan sebelumnya, peluang Ridwan Kamil didukung PDIP makin besar setelah walikota Bandung itu mengunjungi dan bersilaturahmi dengan pengurus PDIP di Jakarta.
"Belum ada kabar, cuma dengar dari media aja. Kalau saya kan dari awal sudah pendamping saya diserahkan kepada partai," ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/1).
Menurutnya, partai lebih tahu siapa yang pantas untuk dipilih berdasarkan data dan hasil dari lembaga survei. Selama ini dirinya fokus untuk melakukan sosialisasi sesuai instruksi PDIP.
"Setelah curah gagasan, semuanya diimbau mengadakan sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.
"Apakah nantinya terpilih jadi cagub atau cawagub, atau tidak terpilih, itu keputusan mutlak partai," terang mantan Kapolda Jabar ini.
Anton pun menolak menjawab ketika ditanya mengenai kesiapan mendampingi Ridwan Kamil. Alasannya, pernyataan yang dikeluarkan bisa mengganggu keputusan partai. Meski begitu, ia mengatkan punya hubungan baik dengan sosok Ridwan.
"Dari dulu juga sahabat saya, dulu sering komunikasi, figur pemimpin masa depan yang baik. Sering kita jalan selama saya menjabat (sebagai Kapolda Jabar)," terangnya.
Baca juga:
Duet Demiz-Dedi belum pasti, Golkar Jabar siapkan acara deklarasi
NasDem ikut keputusan Ridwan Kamil soal cawagub
PAN disinyalir merapat ke Golkar dukung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi
Reaksi Gerindra soal PAN disebut belum pasti ikut usung Sudrajat-Syaikhu
Belum berkoalisi sama PKS & Gerindra, PAN pantau Demiz dan Ridwan Kamil
Usai bertemu Zulkifli Hasan, Demiz sebut PAN belum sepakat usung Sudrajat-Syaikhu
Gusdurian sebut Pilkada Jabar 2018 paling rawan ujaran kebencian