Anak SBY minta KPK taati aturan saat geledah DPR
Kritik itu bukan berarti Partai Demokrat tidak mendukung upaya KPK.
Ketua Fraksi Demokrat Edhy Baskoro Yudhoyono alias Ibas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati standar operasional keamanan dalam Gedung DPR saat melakukan penggeledahan. Sikap ini buntut adu mulut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan penyidik KPK, ketika menggeledah ruangan fraksi PKS, beberapa waktu lalu.
"Kalau itu bagian dari tindakan dan kewenangan penegak hukum ya silakan dilakukan. Tapi tolong diikuti standar aturan main yang berlaku," kata Ibas Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1).
Menurut Ibas, penggeledahan dengan perlengkapan senjata bisa saja dipandang masyarakat sebagai aksi pencidukan teroris di DPR. "Kami tidak menyalahkan SOP ( standard operating procedure) tetapi setiap institusi punya standar keamanan. Kami tidak mau parlemen itu dianggap seperti teroris yang diciduk keras," ungkap dia.
Dia menegaskan, kritik itu bukan berarti pihaknya tidak mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. Demokrat, kata dia, konsisten untuk mendukung KPK berantas korupsi.
"Bukan berarti kita tidak dukung ya asal tidak tebang pilih dan sesuai data yang kuat," ujar putra kedua Presiden ke-2 Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Meski begitu, dia menilai penggeledahan dilakukan KPK tidak perlu diperdebatkan lebih jauh. Sebab, lembaga antikorupsi itu juga mempunyai tugas dan kewenangan.
"Kalau caranya bagus sebetulnya tidak apa-apa dan tidak perlu kita perdebatkan," tandas dia.
Baca juga:
Bantah Fahri Hamzah, KPK sebut penggeledahan bersenjata sesuai SOP
Bahas amukan Fahri Hamzah, DPR bakal rapat dengan KPK
Politisi Gerindra sebut sikap Fahri Hamzah semprot KPK sudah tepat
Fahri Hamzah ngamuk ke penyidik KPK, ini reaksi elite PKS
Ketua KPK tegaskan bawa Brimob saat geledah DPR sesuai prosedur